Pemerintah tidak lagi memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik pada 2026. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi fiskal negara. Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen mengembangkan pasar motor listrik di Indonesia. Octa mengatakan, keberadaan subsidi memang memberi dorongan, tetapi bukan satu-satunya faktor dalam pengembangan kendaraan listrik roda dua. “Subsidi itu kan pasti kalau ada ya kita bahagia juga. Tapi kalau pun itu tidak ada, motor listrik itu saat ini masih di dalam tahap awal di Indonesia ini,” ujar Octa yang ditemui di IIMS 2026, di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Motor listrik Honda hadir dengan fitur unggulan dan banderol hemat. Menurut Octa, AHM tidak menutup mata terhadap perkembangan motor listrik. Perusahaan tetap menghadirkan berbagai pilihan produk sambil membangun pengalaman berkendara bersama konsumen. “Astra Honda Motor tidak mengabaikan, tapi kita tetap menghadirkan beberapa pilihan produk, sambil bersama-sama dengan konsumen kita membentuk pengalaman berkendaranya. Kita butuh banyak umpan balik dari konsumen terkait dengan motor listrik ini,” kata Octa. Octa menegaskan akan mengikuti dan mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan pemerintah, termasuk keputusan tidak ada lagi subsidi tahun ini. “Kan itu pemerintah punya pertimbangan. Pasti kami akan mendukung apa pun itu. Walaupun tidak ada subsidi, kita akan berusaha memberi penawaran dan pelayanan yang terbaik,” ucapnya. Saat ini Honda punya tiga model motor listrik yang dipasarkan, dari yang paling terjangkau yaitu Honda ICON e, kemudian EM1 e, dan paling tinggi CUV e. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pemerintah tidak memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik pada 2026. “Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya di mana kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi, yang lebih bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan,” ujar Agus di Indonesia Semiconductor Summit 2026 di Bandung, Jawa Barat, akhir Januari lalu. Motor listrik Honda di booth Honda pada IIMS 2025 Pemerintah menilai kepastian kebijakan lebih penting dibanding ketidakjelasan yang justru membuat konsumen menunda pembelian. Dengan keputusan ini, pasar motor listrik diharapkan dapat berjalan sejak awal tahun tanpa sikap menunggu subsidi. Meski begitu, peluang pemberian insentif disebut masih terbuka pada 2027, bergantung pada hasil evaluasi lanjutan dan kondisi fiskal negara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang