Pemerintah telah menghentikan pemberian insentif kendaraan listrik pada awal 2026, seiring evaluasi kebijakan dan kondisi pasar yang dinilai semakin matang. Meski demikian, pelaku industri menilai penghentian insentif tersebut tidak serta-merta menghambat laju penjualan mobil listrik di Indonesia. Optimisme ini tercermin dari persiapan pelaku otomotif menjelang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang akan kembali menampilkan berbagai model kendaraan listrik. Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan insentif sejatinya memang dirancang sebagai stimulus awal, bukan penopang permanen bagi industri kendaraan listrik. “Kalau melihat insentif itu, kami tetap optimis. Insentif memang hanya untuk mendorong di awal, dan tidak selamanya harus ada. Biasanya di dua sampai tiga tahun pertama dibantu pemerintah, setelah itu industri harus bisa berjalan sendiri,” kata Daswar di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Menurut Daswar, saat ini harga mobil listrik sudah semakin terjangkau dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dukungan insentif. Selain itu, kehadiran merek-merek besar dinilai menunjukkan bahwa perhitungan industri telah dilakukan secara matang. Pameran IIMS 2025 “Harga mobil listrik sekarang juga sudah tidak terlalu mahal, dan brand-brand yang masuk adalah brand kuat. Artinya perhitungannya sudah cukup cermat dari sisi industri,” ujarnya. Ia menilai, penghentian insentif tidak akan terlalu berdampak pada segmen kendaraan roda empat. Pasalnya, pasar mobil listrik kini memiliki variasi produk yang semakin luas, termasuk model dengan harga yang mendekati kendaraan konvensional. “Untuk produk roda empat, pengaruhnya tidak terlalu besar karena harganya sudah cukup affordable. Sekarang varian mobil listrik juga banyak, bahkan ada yang harganya hampir setara LCGC,” kata Daswar. Dengan kondisi tersebut, Daswar menegaskan bahwa industri otomotif sejak awal tidak pernah berharap insentif diberikan secara permanen. Ia menilai, berakhirnya insentif justru menjadi penanda bahwa pasar kendaraan listrik mulai memasuki fase yang lebih mandiri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang