Antusiasme masyarakat terhadap Veloz Hybrid sudah terlihat dari angka pre-booking yang membludak. Menariknya, dari empat varian yang ditawarkan, tipe terendah yakni Veloz V HEV justru menjadi primadona dan paling banyak diburu konsumen. Apa rahasianya?Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, mengungkapkan bahwa varian V mendominasi pemesanan secara signifikan dibandingkan varian di atasnya seperti Q HEV maupun edisi Modellista."Tipe V itu yang pre-booking paling tinggi, tipe V 60 persen. Setelah itu yang paling lumayan adalah yang Q, Q bawah, kemudian ada juga yang Modellista," ujar Henry saat ditemui awak media. Dominasi ini cukup jomplang, mengingat 40 persen sisanya harus terbagi rata untuk tiga varian lainnya."Jadi yang 40 persen itu agak kebagi lah gitu antara 3 model. Tapi yang paling banyak memang yang V," tambahnya.Bukan tanpa alasan tipe V menjadi idola baru. Henry menilai faktor fungsionalitas dan harga yang kompetitif menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi hybrid."Saya rasa ya faktor kebutuhan sih ya. Jadi faktor harga mungkin juga salah satu faktor yang cukup penting lah ya. Di dalam V ini, kenapa bisa diterima atau menjadi pilihan yang lebih banyak dari masyarakat," jelas Henry.Sebagai informasi, Toyota mematok harga pre-book Veloz Hybrid mulai dari Rp 299 juta. Angka ini dianggap sebagai sweet spot bagi keluarga Indonesia yang menginginkan mobil tujuh penumpang yang irit bahan bakar namun tetap ramah di kantong.Toyota memastikan pengiriman unit ke tangan konsumen baru akan dimulai secara bertahap pada bulan Februari mendatang.Henry mengungkapkan bahwa proses pengiriman sedang dipersiapkan agar unit bisa segera dinikmati oleh para pemiliknya."Kita akan start delivery itu di bulan Februari ya. Di bulan Februari ke customer kita," jelas Henry.Sebagai informasi, Toyota Veloz Hybrid ditawarkan dengan harga pre-book dan hadir dengan empat varian, yakni V HEV, Q HEV, Q HEV with Modellista, dan Q HEV TSS with Modellista.Harga termurah Avanza Veloz Rp 299 juta. Apa banderolannya tetap bertahan?"Yang kita janjikan kan Rp 299 juta-nya itu akan dipertahankan sampai IIMS (Indonesia International Motor Show 2026) kan, sampai launching period. Launching period-nya kita akan lakukan di IIMS," ungkap dia.