Persaingan SUV listrik bergaya boxy di Indonesia mulai memasuki babak baru. Jika sebelumnya segmen ini identik dengan kendaraan listrik premium berharga tinggi, kini hadir alternatif baru yang membuat pasar semakin menarik, yakni iCar V23. Kehadiran iCar V23 langsung menyita perhatian karena bukan hanya menawarkan desain retro-modern yang unik, tetapi juga harga yang jauh di bawah ekspektasi pasar. iCar V23 resmi diumumkan dengan harga mulai Rp 389,9 juta. Angka tersebut cukup mengejutkan karena sebelumnya banyak pihak memprediksi mobil ini akan dipasarkan di kisaran Rp 500 jutaan, mirip dengan Chery J6 yang lebih dulu hadir di Indonesia. Kondisi ini membuat publik mulai membandingkan kedua SUV listrik boxy tersebut, terlebih keduanya sama-sama berada di bawah naungan grup Chery. Meski berasal dari grup yang sama, President Director Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, menegaskan bahwa iCar V23 dan Chery J6 memiliki segmentasi konsumen berbeda. Pernyataan itu memang cukup masuk akal ketika melihat karakter kedua mobil secara menyeluruh, mulai dari desain, dimensi, performa, fitur, hingga positioning harga. Test Drive iCar V23 Desain Dari sisi desain, keduanya memang sama-sama mengusung tampilan boxy ala SUV off-road modern. Namun pendekatan desain yang digunakan ternyata sangat berbeda. iCar V23 tampil lebih retro dan playful. Siluet bodinya compact dengan garis sederhana namun tegas, dipadukan lampu LED bulat dan over fender besar yang memberikan nuansa SUV klasik era 80-an. Karakter ini membuat V23 terasa lebih ekspresif dan cocok untuk konsumen muda yang ingin tampil beda. Sementara Chery J6 hadir dengan pendekatan yang jauh lebih futuristis dan modern. Bodinya terlihat lebih besar, lebih muscular, dan lebih premium. Detail desain lampu yang tajam serta permainan garis bodi membuat J6 terasa seperti SUV listrik adventure masa depan. Jika iCar V23 terasa seperti kendaraan lifestyle yang fun, maka Chery J6 justru tampil lebih serius sebagai SUV listrik premium. Performa Masuk ke sektor performa, kedua mobil sama-sama menawarkan pilihan sistem penggerak roda belakang dan penggerak semua roda. Namun pendekatan performanya kembali berbeda. iCar V23 hadir dengan dua pilihan sistem penggerak yakni Rear Wheel Drive (RWD) dan Intelligent Wheel Drive (iWD). Varian X dan Y menggunakan sistem RWD, sedangkan tipe Z menggunakan iWD. iCar V23 RWD dengan baterai LFP 59,93 kWh dan iWD (AWD) dengan baterai NMC 81,76 kWh. Varian RWD menawarkan jangkauan 360 km (NEDC), sementara varian iWD mencapai 430 km (NEDC). test drive iCar V23 di Bogor Karakter performanya lebih ringan, responsif, dan fun to drive, sesuai dengan konsep lifestyle SUV yang diusung. Sementara Chery J6 hadir dengan performa yang lebih besar dan karakter berkendara yang lebih matang. Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan opsi RWD (65,69 kWh) dan AWD/iWD (69,77 kWh), menawarkan jarak tempuh NEDC hingga 426 km dan 418 km. Suspensi dan pengaturan kaki-kakinya juga terasa lebih serius untuk menghadapi berbagai kondisi jalan. Jika iCar V23 terasa playful dan santai, maka J6 memberikan rasa berkendara yang lebih powerful dan premium. Fitur Perbedaan positioning keduanya semakin terasa saat melihat fitur yang ditawarkan. iCar V23 hadir dengan pendekatan fitur yang lebih fleksibel sesuai tipe. Mobil ini sudah dibekali layar infotainment besar, panel instrumen digital, driving mode beragam, hingga fitur Vehicle to Load (V2L). Namun tipe X sebagai varian dasar belum dilengkapi fitur ADAS dan kamera 540 derajat. Sebaliknya, Chery J6 tampil jauh lebih komplet sebagai SUV EV premium. Mobil ini sudah dibekali ADAS lengkap, kamera 540 derajat, panoramic sunroof, material interior premium, hingga berbagai teknologi keselamatan modern. Nuansa kabinnya juga terasa lebih mewah dan sophisticated dibanding iCar V23. Test Drive iCar V23 Meski demikian, justru di sinilah letak strategi menarik iCar. Dengan mengurangi beberapa fitur di tipe dasar, harga jual V23 bisa ditekan jauh lebih kompetitif. Strategi tersebut membuat iCar V23 berhasil membuka pasar baru di segmen SUV listrik boxy yang sebelumnya cenderung premium dan mahal. Harga Harga menjadi faktor yang paling menentukan dalam komparasi ini. Dengan banderol mulai Rp 389,9 juta, iCar V23 menjadi salah satu SUV listrik bergaya off-road paling menarik di kelasnya. Sementara Chery J6 tetap bermain di segmen premium dengan harga yang berada di kisaran Rp 500 jutaan. Perbedaan harga itu akhirnya membentuk karakter konsumen yang berbeda pula. iCar V23 lebih cocok untuk konsumen yang mencari SUV listrik unik, stylish, dan ekspresif dengan harga lebih terjangkau. Sedangkan Chery J6 lebih pas untuk konsumen yang menginginkan SUV listrik premium dengan kenyamanan, fitur, dan performa lebih matang. Interior Chery J6 Hadirnya kedua mobil ini juga menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia mulai berkembang ke arah yang lebih spesifik. Kini konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan efisiensi dan teknologi baterai, tetapi juga desain, karakter, dan gaya hidup yang ditawarkan kendaraan tersebut. iCar V23 dan Chery J6 akhirnya bukan sekadar dua SUV listrik boxy biasa. Keduanya menjadi simbol bagaimana pasar EV Indonesia mulai naik kelas, di mana kendaraan listrik kini juga menjadi bagian dari identitas dan ekspresi penggunanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang