Penggunaan fast charging pada mobil listrik memang membantu proses pengisian daya karena dapat mengisi baterai lebih cepat dibanding pengisian normal. Namun, sebagian pemilik mobil listrik masih beranggapan bahwa penggunaan fast charging terlalu sering dapat mempercepat kerusakan baterai dan menurunkan performanya. Lantas, benarkah fast charging bisa membuat baterai mobil listrik cepat rusak? Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada, Jayan Sentanuhady mengatakan, konsumen kendaraan listrik tidak perlu khawatir karena fast charging tidak akan langsung merusak baterai mobil listrik. “Fast charging tetap dibutuhkan, terutama di tempat-tempat umum atau saat kondisi darurat, tapi ini tak boleh terlalu sering, sesekali harusnya masih aman agar usia pakai baterai tetap awet,” ucap Jayan kepada Kompas.com, baru-baru ini. SPKLU Fast Charging 120 kW di Posko Mudik BYD di Rest Area KM 57 Menurut Jayan, penggunaan fast charging memang dapat mempercepat degradasi baterai karena arus listrik besar membuat suhu baterai lebih cepat meningkat saat proses pengisian daya berlangsung. “Bila baterai sering panas, maka sel baterai akan cepat rusak, sehingga kesehatannya menurun, jarak tempuhnya jadi lebih pendek,” ucap Jayan. Karena itu, pengguna mobil listrik disarankan mengatur pola pengisian daya dan perjalanan agar tidak terlalu bergantung pada fast charging, terutama untuk penggunaan harian. “Misal, mobil akan dipakai beberapa hari ke depan, maka sejak hari ini, konsumen bisa mengecas baterai dengan arus listrik rendah, sehingga pas hari H baterai penuh dan tak mengalami panas,” ucap Jayan. Normal Charging Menurut dia, metode pengisian daya lambat atau normal charging lebih efektif menjaga performa dan usia pakai baterai dibanding terlalu sering menggunakan fast charging. Sementara itu, Product Planning and Strategy GAC Indonesia Iqbal Taufiqurrahman mengatakan, fast charging pada mobil listrik pada dasarnya aman dilakukan berulang kali karena sistem kendaraan modern sudah dirancang untuk mengantisipasi kondisi tersebut. PT JMRB juga telah melakukan pergantian tipe socket charging di SPKLU dari AC Charging ke Fast charging, sehingga pengendara hanya memerlukan waktu 15-30 menit dalam mengisi kendaraan listriknya “Mobil listrik saat ini sudah dibekali Battery Management System atau BMS yang berfungsi mengatur dan melindungi baterai, mulai dari pengisian daya, suhu, hingga tekanan listrik. Jadi fast charging berulang itu aman selama sistem bekerja normal,” katanya kepada Kompas.com. Iqbal menjelaskan, Battery Management System (BMS) berfungsi sebagai pengontrol utama baterai yang akan menyesuaikan kecepatan pengisian sesuai kondisi aktual baterai kendaraan. Jika suhu meningkat atau kondisi baterai tidak ideal, sistem akan otomatis menurunkan daya pengisian untuk menjaga keamanan sekaligus mempertahankan umur baterai. Sistem Pendingin Selain BMS, sistem pendingin baterai juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan fast charging. Saat ini, mobil listrik umumnya menggunakan dua jenis pendingin, yaitu air cooling system dan liquid cooling system. “Mobil listrik dengan liquid cooling system memiliki keunggulan karena mampu menjaga suhu baterai tetap stabil meski fast charging dilakukan berulang, terutama saat perjalanan jauh dan cuaca panas,” kata Iqbal. Menurut Iqbal, sistem pendingin cairan bekerja lebih efektif menyerap panas dibanding pendingin udara, sehingga risiko overheating pada baterai bisa ditekan. Karena itu, mobil listrik dengan liquid cooling system dinilai lebih siap digunakan untuk perjalanan jarak jauh, termasuk saat mudik. Meski demikian, pengguna tetap disarankan memperhatikan kondisi baterai saat melakukan fast charging. Idealnya, pengisian cepat dilakukan ketika kapasitas baterai berada pada level rendah hingga menengah agar sistem pendingin dan pengaturan daya bekerja lebih optimal. “Kalau dilakukan dengan benar, fast charging bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru yang penting adalah perencanaan perjalanan, memilih SPKLU yang sesuai, dan memberi jeda agar sistem kendaraan bekerja optimal,” ucapnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang