Sepintas kualitas bahan bakar minyak (BBM) khususnya bensin RON rendah tak berkaitan dengan turbocharger. Hanya saja, banyak kabar beredar bahwa pemakaian bensin dengan kualitas di bawah standar rekomendasi pabrikan dapat merusak komponen turbocharger. Lantas, sebenarnya apa yang menyebabkan turbocharger rusak ketika mobil dipaksa pakai bensin RON rendah? Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan bensin di bawah standar bisa berdampak pada turbocharger, tetapi tidak merusak secara langsung. “Kerusakan terjadi melalui proses bertahap yang diawali dari gangguan pada sistem pembakaran mesin, masalah utamanya adalah detonasi atau knocking,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Minggu (26/4/2026). Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar sebelum waktunya, terutama pada mesin turbo yang memiliki tekanan dan suhu tinggi. Sebagai contoh, rekomendasi bensin untuk Toyota Raize turbocharger minimal adalah RON 95. Toyota Raize Turbo Knocking menyebabkan tekanan tidak normal di dalam ruang bakar. Hal ini bisa merusak piston, klep, dan komponen lain, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja keseluruhan mesin, termasuk turbo. “Knocking dapat meningkatkan suhu gas buang. Turbocharger yang digerakkan oleh gas buang akan menerima panas berlebih, sehingga berisiko mengalami overheating,” ucap Muchlis. Suhu tinggi yang terus-menerus dapat merusak material turbo. Komponen seperti turbin dan housing bisa mengalami keausan lebih cepat atau bahkan retak jika tidak mampu menahan panas. Meisn VC Turbo Nissan Masalah lain adalah pembentukan karbon akibat pembakaran yang tidak sempurna. Endapan karbon ini dapat menumpuk di berbagai bagian mesin, termasuk jalur menuju turbocharger. “Kerak tebal akan mempercepat keausan di area mesin, termasuk turbo, karbon yang menumpuk dapat mengganggu pergerakan komponen,” ucap Muchlis. Dalam beberapa kasus, sudu turbin bisa menjadi kotor atau macet sehingga performa turbo menurun. Ketika tenaga mesin berkurang akibat bahan bakar yang buruk, sistem akan mencoba mengkompensasi. Turbo pun dipaksa bekerja lebih keras untuk menjaga performa kendaraan tetap stabil. “Kerja berlebih ini menyebabkan tekanan dan beban pada turbo meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan pada bearing dan komponen internalnya,” ucap Muchlis. Kesimpulannya, bensin di bawah standar tidak langsung merusak turbocharger, tetapi menciptakan kondisi yang mempercepat kerusakan. Oleh karena itu, penggunaan bensin sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting untuk menjaga performa dan umur mesin turbo. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang