Fenomena mesin ngelitik pada kendaraan bermotor masih sering ditemui, terutama pada motor-motor harian yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM)beroktan rendah. Meski dianggap sepele, bunyi ketukan halus dari ruang mesin ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada proses pembakaran. Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, knocking yang juga dikenal dengan detonasi atau biasa bahasa awamnya disebut “ngelitik” biasanya ditandai dengan adanya hentakan atau letupan yang bersumber dari dapur pacu. “Hentakan atau letupan ini timbul karena proses pembakaran tidak sempurna. Biasanya campuran BBM dan Oksigen terbakar lebih cepat dan tidak sesuai momentumnya,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (12/11/2025). Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean) Ia menjelaskan, campuran BBM dan oksigen yang terbakar terlalu cepat bisa menjadi penyebab utama munculnya gejala tersebut. Pembakaran yang tidak sesuai momentum ini yang menimbulkan hentakan atau bunyi khas seperti logam beradu dari dalam mesin. Victor yang juga merupakan Dosen Teknik Industri pada Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi Institut Teknologi PLN menjelaskan, knocking tidak muncul begitu saja, melainkan ada faktor teknis yang menjadi penyebab utamanya. Salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah penggunaan BBM dengan nilai oktan atau RON terlalu rendah dibanding kebutuhan mesin. “Sumber utama terjadinya knocking biasanya karena bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Misalnya, nilai oktan (RON) yang terlalu rendah dibanding rasio kompresi. RON ini erat kaitannya dengan kemampuan bahan bakar menahan tekanan agar tidak terjadi ledakan berlebihan di dapur pacu,” kata Victor. Ia mengingatkan agar pengguna pemilik kendaraan tidak hanya berpikir soal harga bahan bakar. Sebab, pemilihan BBM yang tidak sesuai rekomendasi dapat menurunkan performa mesin, membuatnya cepat panas, dan memperpendek usia pakai komponen. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.