Masalah terbesar dari karpet mobil yang jarang dibersihkan bukan sekadar terlihat kotor, tetapi juga berpotensi mengundang serangga seperti kecoak. Nuryadi, pemilik bengkel DJ Auto Care di Depok, mengungkapkan bahwa remah-remah makanan yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi sumber masalah serius. “Kalau kita diemkan remah-remah makanan tiga bulan saja, (kecoak) masuk satu saja sudah bisa jadi segerombolan. Dia bertelur di dalam, saya sering nemu,” ujar Nuryadi, kepada Kompas.com (7/4/2026). Ilustrasi membersihkan karpet mobil Ia menambahkan, kecoak dapat berkembang biak dengan sangat cepat hanya dalam hitungan minggu. Selain menjijikkan, keberadaan serangga ini juga memicu bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan di dalam kabin. Untuk hasil yang lebih maksimal, Nuryadi menyarankan agar karpet mobil dibongkar secara berkala. Dengan metode ini, seluruh bagian karpet termasuk bagian bawahnya bisa dibersihkan secara menyeluruh. Ilustrasi mencuci karpet mobil “Kalau mau benar-benar maksimal, bersih dan tidak berbau, ya harus bongkar,” katanya. Ia menambahkan bahwa idealnya pembongkaran karpet dilakukan setidaknya setahun sekali, atau bisa dipercepat menjadi enam bulan sekali tergantung kondisi penggunaan kendaraan. Kelebihan metode ini adalah mampu menghilangkan kotoran yang tidak terlihat sekaligus mencegah munculnya bau tidak sedap. “Terakhir harus dipastikan juga proses pengeringannya benar, jangan malah bikin bau apek. Kalau saya paling tidak dijemur tiga hari supaya benar-benar kering,” ucap Nuryadi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang