Angka Research Octane Number (RON) pada bensin sering menjadi perhatian pengguna kendaraan. Di Indonesia, pilihan bahan bakar dengan RON berbeda seperti 90, 92, 95, hingga 98 tersedia di pasaran. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih mengira bahwa angka RON terbentuk dari penambahan zat tertentu pada bensin. Ahli Konservasi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa nilai RON pada bahan bakar sebenarnya ditentukan oleh komposisi senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. “Yang menentukan RON itu adalah senyawa kimia yang ada di dalam bahan bakar. Jadi bukan dibuat dengan menambahkan sesuatu pada saat tertentu sehingga RON-nya menjadi angka tertentu,” kata Tri kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026). Menurut dia, angka RON merupakan ukuran kemampuan bahan bakar untuk menahan detonasi atau pembakaran yang terjadi sebelum waktunya di dalam ruang bakar mesin. Dalam pengukurannya, RON dibandingkan dengan bahan bakar referensi yang memiliki campuran dua senyawa, yakni isooktana dan normal heptana. Komposisi kedua senyawa tersebut menjadi acuan untuk menentukan nilai RON. SPBU BP kembali menyediakan BBM RON 92 Sebagai contoh, bahan bakar dengan RON 90 berarti memiliki karakteristik setara dengan campuran 90 persen isooktana dan 10 persen normal heptana pada bahan bakar referensi. “Kalau isooktananya lebih tinggi, misalnya 98 persen, maka bahan bakar itu lebih tahan terhadap detonasi atau terbakar sendiri sebelum dipicu percikan busi,” ujar Tri. Tri menambahkan, dalam praktiknya bensin tidak benar-benar mengandung campuran dua senyawa tersebut. Nilai RON lebih dipengaruhi oleh komposisi kelompok senyawa hidrokarbon di dalam bahan bakar, seperti paraffin, isoparaffin, olefin, naftenik, dan aromatik. Komposisi berbagai senyawa tersebut yang kemudian menentukan karakteristik pembakaran bahan bakar sekaligus tingkat ketahanannya terhadap detonasi di dalam mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang