Pasar sepeda motor nasional membuka tahun 2026 dengan sinyal yang cukup optimistis. Setelah sempat melambat di penghujung 2025, penjualan roda dua langsung menanjak pada Januari 2026, baik secara tahunan (year-on-year) maupun bulanan (month-to-month). Sejumlah faktor ekonomi dinilai menjadi pendorong utama meningkatnya minat beli masyarakat di awal tahun. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik pada Januari 2026 mencapai 577.763 unit. Angka ini naik 3,1 persen dibandingkan Januari tahun lalu yang mencatatkan 560.301 unit. Honda Vario 125 Street di booth Honda di IIMS 2026 Kenaikan lebih tajam terlihat secara month-to-month, yakni melonjak 25,1 persen dibandingkan Desember 2025 yang berada di level 461.925 unit. Lonjakan tersebut mencerminkan pulihnya aktivitas pembelian masyarakat di awal tahun, sekaligus menjadi indikasi perbaikan daya beli di sejumlah wilayah Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi, mengakui performa penjualan pada Februari juga menunjukkan tren yang menggembirakan. “(Terkait penjualan) Februari ini hasilnya lebih bagus dari jadwal daily sales-nya. Angka hariannya meningkat sedikit, peningkatannya lumayanlah,” ujar Octa di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Meski demikian, ia menjelaskan bahwa total penjualan bulanan bisa saja sedikit di bawah Januari karena jumlah hari kerja yang lebih pendek. “Iya, daily sales lebih banyak. Tapi kalau total sebulannya mungkin sedikit di bawah karena jumlah hari kerja yang lebih pendek dibandingkan Januari,” katanya. Deretan motor sport dan bebek Honda di diler Wahana Honda Menurut Octa, jika ditelusuri lebih dalam, salah satu faktor utama pendorong penjualan di awal tahun adalah meningkatnya uang beredar seiring mulai berjalannya sejumlah program pemerintah. “Faktor penentu di Januari 2025 ini, jika mau jujur, adalah uang beredar yang bertambah (program pemerintah mulai jalan), daerah komoditi (Sumatera dan Kalimantan) masih oke, serta adanya pemulihan manufaktur di Jawa,” ucap dia. Bertambahnya likuiditas di masyarakat mendorong konsumsi, termasuk pembelian kendaraan roda dua yang selama ini menjadi alat transportasi utama sekaligus penunjang aktivitas ekonomi. Honda New CBR250RR usai diproduksi di pabrik motor Honda atau AHM Karawang Plant Kontribusi signifikan juga datang dari wilayah berbasis komoditas seperti Sumatera dan Kalimantan. Stabilnya sektor komoditas di dua kawasan tersebut menjaga daya beli masyarakat tetap kuat. Di sisi lain, pemulihan sektor manufaktur di Pulau Jawa turut memberikan efek domino positif. Octavianus menyinggung bahwa sebelumnya banyak pabrik tekstil dan garmen di Jawa Tengah yang tutup dan menyebabkan ribuan pekerja terkena PHK. “Dulu banyak pabrik tekstil atau garmen di Jawa Tengah yang tutup dan ribuan karyawannya terkena layoff. Sekarang beberapa mulai pulih, sehingga Indeks PMI (Purchasing Managers' Index) tumbuh di atas 50, kembali dari angka 47,6 pada kuartal keempat tahun lalu,” katanya. Honda Scoopy di booth Honda pada ajang IIMS 2025 PMI di atas 50 menandakan ekspansi sektor manufaktur. Artinya, aktivitas produksi dan serapan tenaga kerja kembali meningkat, yang pada akhirnya memperkuat perputaran ekonomi. “Secara year-on-year, penjualan wholesale meningkat sekitar 3 persen karena pengaruh perputaran uang MBG (program pemerintah) tadi,” ujar Octa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang