Penurunan harga BP Ultimate Diesel mulai 8 Mei 2026 turut memengaruhi biaya operasional SUV diesel, termasuk pengguna Toyota Fortuner VRZ dan Toyota Fortuner GR Sport yang cukup populer di Indonesia. Saat ini, BP Ultimate Diesel dipasarkan seharga Rp 29.890 per liter, atau turun Rp 1.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp 30.890 per liter. Penyesuaian harga tersebut membuat biaya pengisian bahan bakar kendaraan diesel menjadi sedikit lebih ringan. Sebagai gambaran, Toyota Fortuner diesel memiliki kapasitas tangki bahan bakar sekitar 80 liter. Dengan harga terbaru BP Ultimate Diesel, biaya yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki mencapai sekitar Rp 2.391.200. Nominal tersebut lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang bisa mendekati Rp 2,5 juta untuk sekali pengisian penuh. Penurunan harga ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna SUV diesel yang memiliki mobilitas tinggi. Selain BP Ultimate Diesel, pemilik Toyota Fortuner 2.4 G Diesel, Toyota Fortuner VRZ, maupun Toyota Fortuner 2.8 GR Sport juga masih memiliki pilihan BBM diesel nonsubsidi lain dengan harga lebih rendah, seperti Pertamina Dex dan Dexlite. All New Toyota Fortuner VRZ 4X4 dan All New Toyota Rush TRD menjajal medan offload di kaki Gunung Merapi, Sleman, DIY, Rabu (29/5/2019). Jika menggunakan Pertamina Dex yang saat ini dijual Rp 27.900 per liter, biaya isi penuh tangki Fortuner berada di angka sekitar Rp 2.232.000. Sementara dengan Dexlite seharga Rp 26.000 per liter, biaya full tank menjadi sekitar Rp 2.080.000. Penggunaan BBM diesel berkualitas dinilai penting untuk menjaga performa mesin diesel modern, khususnya kendaraan yang sudah mengusung teknologi common rail dan turbo diesel seperti Toyota Fortuner diesel. Selain lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar, mesin diesel modern juga membutuhkan kandungan sulfur rendah agar sistem injeksi dan pembakaran tetap bekerja optimal. Penggunaan solar dengan kualitas kurang baik berisiko menimbulkan penumpukan karbon hingga gangguan pada injektor. Karena itu, sebagian pengguna SUV diesel masih memilih BBM nonsubsidi dengan spesifikasi lebih tinggi demi menjaga durabilitas mesin, meski biaya bahan bakarnya relatif lebih mahal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang