Filter solar palsu atau tiruan sering dianggap solusi hemat, padahal justru berisiko besar bagi mesin diesel modern. Dari tampilan, produk palsu sepintas mirip. Perbedaan kualitas dengan filter asli bukan hanya soal merek, tetapi menyangkut kemampuan menyaring partikel dan menjaga sistem bahan bakar tetap bersih. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan masalah utama dari filter palsu adalah kemampuan penyaringannya yang buruk. “Media filter umumnya lebih kasar, sehingga partikel kecil seperti debu, karat, dan kotoran halus bisa lolos masuk ke sistem bahan bakar,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Jumat (24/4/2026). Selain itu, filter tiruan sering gagal memisahkan air dari solar. Padahal, kandungan air cukup umum ditemukan, terutama pada biosolar. Tanpa pemisahan yang baik, air bisa ikut masuk ke komponen mesin. “Dampaknya langsung terasa pada injector. Komponen ini sangat sensitif dan bekerja dengan presisi tinggi. Kotoran kecil saja bisa menyebabkan penyumbatan atau perubahan pola semprotan bahan bakar,” ucap Imun. Antrean kendaraan mengisi Biosolar mengular hingga keluar area SPBU di Jalan Dr. Sutomo, Padang, Senin (20/4/2026). Lonjakan terjadi setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong pengguna beralih ke solar. Jika dibiarkan, kerusakan bisa merambat ke pompa bahan bakar bertekanan tinggi. Komponen ini mahal dan vital, sehingga kerusakannya akan menimbulkan biaya perbaikan yang besar. Gejala awal bisa berupa mesin brebet atau tenaga terasa menurun. Hal ini terjadi karena suplai bahan bakar tidak stabil akibat filter yang tidak bekerja optimal. “Konsumsi BBM juga bisa meningkat. Pembakaran yang tidak sempurna membuat mesin membutuhkan lebih banyak solar untuk menghasilkan tenaga yang sama,” ucap Imun. Filter palsu juga memiliki umur pakai yang lebih pendek. Materialnya cepat jenuh, bahkan bisa robek, sehingga menyebabkan penyumbatan mendadak di sistem bahan bakar. Kondisi ini berbahaya karena bisa membuat mesin mati tiba-tiba di jalan. Situasi seperti ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga berisiko bagi keselamatan. “Masalah lain adalah tidak adanya sistem water separator yang efektif. Tanpa fitur ini, air akan mempercepat korosi di dalam sistem bahan bakar dan memperparah kerusakan komponen,” ucap Imun. Penggunaan filter tiruan dalam jangka panjang juga mempercepat keausan mesin secara keseluruhan. Endapan kotoran akan menumpuk dan mengganggu kinerja mesin secara bertahap. Kesimpulannya, filter solar palsu bukan pilihan yang bijak. Penghematan kecil di awal justru bisa berujung pada kerugian besar, sehingga penggunaan filter berkualitas tetap menjadi investasi terbaik untuk menjaga mesin diesel tetap awet dan optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang