Perbedaan antara filter solar murahan di marketplace dan filter genuine terletak pada kualitas, presisi, serta dampaknya terhadap mesin diesel. Meski terlihat sama, performanya bisa sangat berbeda. Filter solar berfungsi menyaring kotoran dan air dari bahan bakar sebelum masuk ke sistem injeksi. Pada mobil modern seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, komponen ini sangat krusial. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan filter genuine umumnya dibuat dengan material berkualitas tinggi, seperti multi-layer paper atau micro glass. “Teknologi bahan tersebut disesuaikan dengan biaya pembuatan, sehingga part genuine pun ada beberapa pilihan, dari yang paling baik menyaring sampai yang standar,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (23/4/2026). Filter solar dengan teknologi dan bahan berkualitas tinggi, memungkinkan penyaringan partikel sangat halus secara konsisten. Sebaliknya, filter murahan umumnya menggunakan bahan sederhana dengan kualitas filtrasi yang tidak merata. Akibatnya, partikel kecil masih bisa lolos ke sistem bahan bakar. Antrean kendaraan mengisi Biosolar mengular hingga keluar area SPBU di Jalan Dr. Sutomo, Padang, Senin (20/4/2026). Lonjakan terjadi setelah kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong pengguna beralih ke solar. “Filter solar abal-abal bisa saja kurang presisi, sehingga pengeringannya kurang optimal, kotoran bisa saja melintas dengan mudah,” ucap Imun. Selain kotoran, air dalam solar juga menjadi ancaman serius. Filter orisinal umumnya sudah dilengkapi water separator yang mampu memisahkan air dengan lebih efektif. Filter murahan sering kali tidak memiliki sistem pemisah air yang optimal. Hal ini meningkatkan risiko masuknya air ke dalam injektor dan komponen lain. Puluhan kendaraan antre Solar di SPBU Jalan Trunojoyo Pamekasan, Jumat (31/10/2025) Dari sisi presisi, filter genuine dirancang sesuai standar pabrikan sehingga pas dan rapat. Hal ini penting untuk menjaga tekanan dan aliran bahan bakar tetap stabil. Sementara itu, filter murah kadang memiliki ukuran atau karet seal yang kurang presisi. Dampaknya bisa berupa kebocoran atau masuknya udara ke sistem bahan bakar. “Umur pakai juga menjadi pembeda penting. Filter genuine mampu bertahan lebih lama sesuai interval servis, sedangkan filter murahan cenderung lebih cepat sobek,” ucap Imun. Jika filter cepat sobek, kotoran bisa lewat dan berpotensi menyumbat pada komponen penting lain seperti pompa dan injektor. Akibatnya aliran bahan bakar terganggu dan performa mesin menurun. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak komponen mahal seperti injektor. Risiko terbesar dari penggunaan filter murahan adalah biaya perbaikan yang jauh lebih mahal dibanding selisih harga filter itu sendiri. “Konsumen umumnya cari filter solar yang murah, tapi kualitasnya baik, artinya konsumen harus mengantisipasi terhadap risiko menurunnya performa sebelum jadwal penggantian,” ucap Imun. Bila filter solar umumnya diganti tiap 10.000 kilometer, filter solar aftermarket bisa diganti tiap 5.000 kilometer, dengan catatan solar yang digunakan berkualitas. Kesimpulannya, filter solar genuine lebih aman dan andal untuk menjaga performa mesin. Filter murahan memang lebih murah, tetapi memiliki risiko lebih besar terhadap keawetan mesin diesel. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang