Coolant murahan banyak dijumpai di pasaran, terkadang bikin konsumen terkecoh dengan harganya yang jauh lebih murah daripada merek genuine atau asli pabrikan. Berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (10/3/2026) dari berbagai lapak daring, harga coolant mulai Rp 27.000 per 5 liter. Terdapat selisih cukup jauh bila dibandingkan dengan coolant genuine part. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan selisih harga coolant murahan dengan genuine part berkaitan erat dengan kualitasnya. “Ada selisih jauh ya, di pasaran ada coolant yang harganya Rp 50.000 per 5 liter, sementara yang genuine Toyota, coolant TMO, Rp 56.000 per liter, kembali lagi ini berkaitan dengan kualitas,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Selasa (10/3/2026). Perbedaan coolant murah yang banyak dijual di lapak daring dengan coolant asli pabrikan sebenarnya cukup signifikan, terutama dari sisi kualitas bahan, perlindungan mesin, dan daya tahannya. “Perbedaan utama ada pada komposisi bahan kimia. Coolant genuine dirancang dengan aditif khusus yang sesuai karakter mesin pabrikan. Sementara coolant murah seringkali hanya berupa air berwarna dengan sedikit aditif,” ucap Muchlis. Ilustrasi radiator pada mobil. Coolant asli memiliki zat anti karat dan anti korosi yang lengkap. Aditif ini melindungi komponen seperti radiator, water pump, hingga jalur pendingin dari karat dan kerak. Coolant murah sering tidak memiliki zat anti korosi yang memadai. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan karat pada radiator atau penyumbatan di sistem pendingin. “Daya tahan coolant genuine cenderung lebih lama. Banyak coolant pabrikan bisa digunakan hingga 80.000 km, sedangkan coolant murah sering harus diganti lebih cepat, bila ini tidak diketahui konsumen, tahu-tahu mesin overheating,” ucap Muchlis. Ilustrasi mesin mobil overheating Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan coolant dalam menjaga suhu mesin. Coolant berkualitas mampu mempertahankan titik didih tinggi dan titik beku rendah sehingga mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi. “Coolant murah sering memiliki titik didih lebih rendah, saat mesin bekerja berat atau macet lama, cairan pendingin bisa lebih cepat mendidih, belum lagi bila kondisinya sudah lama tak diganti,” ucap Muchlis. Produk genuine juga sudah melalui pengujian pabrikan. Contohnya coolant yang direkomendasikan oleh produsen seperti Toyota atau Mitsubishi telah disesuaikan dengan material mesin mereka. “Coolant murahan dari sumber tidak jelas berisiko palsu, terutama jika dijual jauh di bawah harga pasar, kadang masyarakat mengira coolant sama saja, tapi faktanya berbeda,” ucap Muchlis. Kesimpulannya, coolant murah mungkin terlihat hemat di awal, tetapi berisiko menimbulkan kerusakan sistem pendingin. Menggunakan coolant genuine atau yang memiliki spesifikasi jelas jauh lebih aman untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dan komponen tetap awet.