Bahan bakar minyak (BBM) yang diterima konsumen umumnya bisa bertahan hingga 3 sampai 6 bulan. Asalkan, disimpan dengan baik di wadah yang ideal. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady mengatakan, penyimpan BBM di tangan konsumen masih bisa ditoleransi tiga samapai enam bulan “Tergantung penyimpan dan jenisnya, umumnya BBM yang mengandung nabati seperti biosolar dan etanol lebih cepat mengalami degradasi,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026). Tempat penyimpanan yang ideal adalah tangki yang kedap udara. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan terjadi pada tangki BBM pada kendaraan yang memiliki lubang ventilasi udara. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan ada beberapa faktor yang bikin kualitas BBM turun lebih cepat. “Pertama BBM terpapar udara, ini akan memicu terjadinya oksidasi dalam jumlah banyak, bila tangki atau wadah tidak rapat, BBM akan bereaksi dengan oksigen,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Jumat (27/3/2026). Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga. Bila BBM terkena panas sari sinar matahari langsung, suhu tinggi akan mempercepat reaksi kimia. Sehingga, bensin lebih cepat menguap dan nilai oktan turun. “Kelembapan akan membuat air masuk dari proses kondensasi, embun di dalam tangki, pada solar bisa tumbuh mikroba jamur,” ucap Muchlis. Penyimpan pada wadah yang tidak sesuai, misal pakai jerigen biasa, bukan khusus BBM, bisa memicu reaksi kimia dengan bahan plastik. BBM akan terkontaminasi. “BBM yang disimpan terlalu lama tanpa sirkulasi, atau diam lama akan membuat kualitas turun secara alami,” ucap Muchlis. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang