— Di tengah tren penjualan kendaraan listrik, sejumlah pengguna mulai berbagi pengalaman nyata mengenai performa dan kenyamanan mobil listrik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya datang dari Azzura, pemilik Neta X asal Tangerang, yang telah menggunakan mobil listrik tersebut untuk mobilitas harian bersama keluarganya. Azzura menuturkan bahwa keputusannya memilih Neta X bukanlah proses instan. Ia dan suaminya menghabiskan waktu hingga dua tahun untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan kendaraan listrik sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan. Meski kondisi industri kendaraan listrik sempat diwarnai kekhawatiran, terutama terkait keberlanjutan merek tertentu, Azzura tetap yakin karena menurutnya perawatan EV jauh lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin bensin. Menurut Azzura, ada beberapa pertimbangan utama yang membuat dirinya memilih Neta X dibandingkan model lain di kelas yang sama. "Neta X punya desain kompak, tampilan futuristik namun simpel, serta ruang kabin yang lega untuk ukuran SUV listrik kecil," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (13/11/2025). Kabin Neta X. Selain itu, fitur keselamatan aktif Advanced Driver Assistance System (ADAS) menjadi nilai tambah yang signifikan. Dari sisi harga, ia menilai value for money Neta X lebih unggul dibandingkan beberapa kompetitor seperti Chery Omoda, BYD Atto 3, maupun MG. Selama menggunakan Neta X, Azzura mengaku bahwa performa mobil ini sesuai dengan harapan. Ia menyebut karakter mobil yang halus, responsif, dan minim getaran membuatnya nyaman digunakan untuk aktivitas harian. “Irit, nyaman, easy maintain,” ujarnya. Dari sisi berkendara, Azzura menilai kenyamanan kabin maupun handling mobil tergolong baik. Suspensi dinilai cukup pas untuk penggunaan harian, sementara manuvering terasa ringan sehingga mudah dikendalikan. Fitur Hiburan dan Konektivitas Ia juga menyampaikan bahwa fitur seperti head unit, sistem hiburan, dan konektivitas berjalan sesuai ekspektasi. Interior Neta X. Meski begitu, ada beberapa catatan kecil terkait kekurangan yang ia rasakan. Salah satunya, layar head unit tidak dapat menampilkan peta secara langsung. Untuk mengatasinya, Azzura memilih menggunakan Carlink Kit, yang menurutnya jauh lebih praktis dan fungsional. Selain itu, fitur voice command bawaan Neta tidak tersedia, sehingga ia harus menekan tombol secara manual untuk beberapa perintah. Pengalaman Servis dan Suku Cadang Terkait perawatan, Azzura menyebut sudah melakukan servis gratis di 5.000 km dan 10.000 km tanpa kendala berarti. Hanya satu komponen yang pernah diganti, yaitu ban, karena terkena paku, dan ini di luar garansi. Ia sempat mengakui ada kekhawatiran mengenai bengkel yang mungkin tutup di masa depan, mengingat kondisi industri EV yang dinamis. Namun, menurutnya hal itu bukan masalah besar. “Banyak bengkel umum yang sudah bisa menangani EV, dan perawatannya tidak serumit mobil ICE yang beda merek beda tools. Untuk EV umumnya standarnya sama,” katanya. Di akhir, Azzura menegaskan bahwa keluarganya sangat mencintai mobil tersebut. “Suami saya secinta itu sama Neta X,” katanya. Selama dua tahun mempertimbangkan segala risiko dan kelebihan EV, ia berharap ke depan Neta bisa semakin berkembang di Indonesia dan menghadirkan layanan yang lebih matang bagi pengguna. “Semoga aja ke depannya Neta bisa pulih dan lebih maju ya di Indonesia ini,” tuturnya. Plus Desain kompak dan futuristik, kabin lega. Value for money tinggi dibandingkan kompetitor. Irit, nyaman, dan mudah dirawat. ADAS lengkap dan fitur berjalan sesuai ekspektasi. Handling dan kenyamanan berkendara memuaskan. Minus Head unit tidak bisa menampilkan peta tanpa perangkat tambahan. Tidak tersedia voice command bawaan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.