Jaecoo J5 hadir sebagai penantang baru di pasar SUV listrik dengan catatan pemesanan yang impresif. Di balik banyaknya angka SPK, aspek yang paling mengundang rasa penasaran tentu adalah dinamika berkendaranya. Suasana Kabin Jaecoo J5 EV Kompas.com berkesempatan menguji SUV listrik ini untuk merasakan langsung bagaimana performa motor listrik bertenaga 208 Tk tersebut saat bertemu dengan berbagai karakter jalan di Indonesia. Begitu pedal gas diinjak, torsi dan tenaga yang dihasilkan motor listriknya terasa sangat memadai untuk menopang bobot SUV ini. Penyaluran tenaganya instan, khas mobil listrik, namun ada catatan unik pada karakter kemudinya. Jaecoo J5 EV Saat pengemudi melakukan akselerasi mendadak atau kick-down, setir Jaecoo J5 cenderung tetap terasa ringan dan tidak otomatis memberat. Hal ini memberikan sensasi yang agak "liar" apabila pengemudi belum terbiasa. Untuk mendapatkan kontrol yang lebih presisi dan nyaman, penyaluran tenaga sebaiknya dilakukan secara bertahap atau diurut. Menariknya, meski tersedia pengaturan mode Comfort dan Sport untuk setir maupun rem, perbedaan feel di antara keduanya terasa sangat tipis saat akselerasi mendadak atau kick-down. Jaecoo J5 EV Satu hal yang patut diapresiasi adalah racikan suspensinya. Jaecoo J5 EV Biasanya, SUV dengan postur tinggi identik dengan gejala limbung saat bermanuver. Namun, Jaecoo J5 memberikan kejutan dengan tingkat stabilitas yang cukup tinggi. Bagi pengemudi, minimnya gejala limbung ini meningkatkan kepercayaan diri saat melibas tikungan atau berpindah jalur. Karakter suspensinya cenderung stabil dan tidak mengayun berlebihan. Meskipun demikian, kenyamanan di baris belakang sedikit berbeda. Penumpang di bagian belakang masih akan merasakan guncangan yang lebih terasa dibandingkan di baris depan, terutama saat melewati jalanan yang tidak rata. Jaecoo J5 menyediakan tiga level regenerative braking: Low, Medium, dan Strong. Saat menggunakan level Low di kecepatan rendah, efek deselerasinya terasa halus menyerupai engine brake mobil konvensional. Sensasinya langsung berubah saat mobil dipacu di jalan tol. Pada kecepatan tinggi, level yang sama justru memberikan efek deselerasi yang jauh lebih kuat. Bagi pengemudi, hal ini sangat membantu dalam manajemen daya baterai, meskipun memerlukan pembiasaan dalam mengontrol ritme kaki pada pedal gas. Dinamika berkendara juga semakin terbantu dengan hadirnya layar infotainment berukuran 13,2 inci yang menjadi pusat komando. Jaecoo meniadakan banyak tombol fisik. Hampir seluruh pengaturan mobil, mulai dari mode berkendara hingga fitur kenyamanan, diatur sepenuhnya melalui layar ini. Visual Apple CarPlay dan Android Auto terasa sangat memuaskan berkat layar yang besar. Di sini pula, kamera 540 derajat bekerja memberikan pantauan area kolong mobil secara transparan, yang sangat membantu saat harus bermanuver di ruang sempit. Saat ini, Jaecoo J5 EV sudah dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor. Mobil ini hadir dalam dua varian, tipe premium dengan harga Rp 299 juta dan tipe standar dengan harga Rp 249 juta (OTR Jakarta). Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang