Meski sudah tidak lagi dipasarkan di Indonesia, Honda Freed tetap dicintai dan menarik perhatian, terutama bagi mereka yang menghargai kenyamanan kabin, fleksibilitas interior, serta kemudahan penggunaan sehari-hari. Hal ini dirasakan oleh Gregy Hardianto, pemilik Honda Freed 2014, yang menceritakan pengalaman serta keluh kesahnya selama lima tahun menggunakan mobil tersebut. “Jadi ini dulu belinya second. Mobilnya tahun 2014, saya belinya di tahun 2020. Usianya saat itu sudah 6 tahunlah mobilnya, tapi saya dapetnya kilometer rendah, masih 38.000 dan masih plastikan di beberapa bagian interiornya. Jadi, kurang lebih sudah lima tahun saya pakai ini mobil. Untuk kilometernya sekarang udah 102.000,” kata Gregy kepada Kompas.com, Kamis (20/11/2025). Gregy juga mengatakan, selama pemakaian lima tahun ini ada beberapa kelebihan yang ia rasakan. “Kelebihan yang saya rasakan adalah, freed ini fun to drive, bodynya cukup compact, cuman di dalemnya tuh terasa lega, karena dia konsep interiornya walkthrough cabin. Jadi anak kecil bahkan yg dewasa pun leluasa mondar mandir pindah dari depan ke belakang,” katanya. Honda Freed 2014. Kelebihan lain yang dirasakan Gregy adalah kepraktisan dan kelapangan ruang di kabin Honda Freed. “Selain itu kita juga bisa naro barang di samping driver, kayak tas misalnya, karena dia ga ada konsol tengahnya. Lega lah pokoknya,” katanya. Gregy juga mengatakan, Freed memiliki captain seat di baris tengah dengan arm rest di tiap kursi, sehingga kenyamanan penumpang, baik di depan maupun tengah lebih terjaga selama perjalanan. “Selain itu joknya freed ini captain seat di bagian tengahnya, punya arm rest di baris pertama dan keduanya. Driver dan penumpang dibikin nyamanlah sama freed ini,” katanya. Selanjutnya, Gregy mengatakan, posisi cup holder di depan AC membuat minuman tetap dingin, meski kurang cocok untuk minuman panas karena suhunya cepat turun “Dia punya cup holder tepat di depan AC. Jadi secara ga langsung cup holdernya ini jadi kayak kulkas. Minuman yang ditaruh di cup holder dijamin dingin. Tapi ga enaknya kalo pas lagi beli minuman panas. Beli hot coffee, sampe mobil malah jadi ice coffee,” katanya. Honda Freed 2014. Sementara, untuk power sliding doornya, Gregy mengatakan, ini bisa jadi kelebihan tapi bisa juga jadi kekurangan. “Kelebihannya, kalau di parkiran yang ga terlalu lega, akses keluar masuk pintu tetap lega, ga terbatas. Anak kecil pun juga ga bisa sembarangan buka pintu ketika mobil lagi jalan, karena pintu ga akan bisa kebuka. Selain itu, power sliding doornya ini canggih, bisa diakses dari remote, dari tombol di sisi driver, atau langsung dari pintunya,” katanya. “Nah, kekurangannya, kalau kita parkir terlalu mepet sama tembok, dan kita salah pencet remote untuk buka pintunya, langsung pintu kita baret sama tembok,” lanjutnya. Selain hal tersebut, Gregy juga merasakan beberapa kekurangan lain pada Honda Freed, terutama terkait kaki-kaki mobil. “Sudah jelas, honda terkenal kaki-kakinya yg agak ringkih. Banyak orang bilang, kaki-kaki honda umurnya rata-rata cuma 5 tahun. Ketika pertama kali beli mobil ini di 2020, saya langsung ganti link stabilizer. Dan di 2025 ini, kayaknya udah mulai kena lagi tuh link stabilizernya, padahal saya tipe orang yang kalo nyetir hati-hati banget ama jalan rusak. Tapi untungnya sih komponen yang lain masih tetep aman,” katanya. Kemudian, untuk konsumsi bahan bakar Gregy mengatakan, Honda Freed cukup boros untuk ukuran mesin 1.500 cc, dan tenaga yang terasa loyo. Mesin Hondaa Freed 2014. “Kekurangan berikutnya yang mungkin banyak banget jadi keluhan pengguna freed adalah tenaganya loyo banget, boros pula untuk ukuran mesin 1.500cc. Ya mungkin karena mesinnya sama ama Jazz GE, tapi bodynya lebih gede, lebih berat, jadinya ga ada tenaga dan boros, sekitar 1:9 konsumsi bbmnya. Akhirnya coba saya remap ecu, hasilnya jadi sedikit lebih berasa ada tenaganya, dan konsumsi bbm jadi 1:10an. Lumayan dah,” ucap Gregy. Gregy juga mengungkapkan kekurangan lain pada Freed, yakni mika lampu belakang yang sering rembes air. “Dan kekurangan berikutnya adalah, mika lampu belakang sering rembes air. Kalo ngobrol ama bengkel lampu sih katanya material plastik lampunya memang agak kurang bagus,” lanjutnya. Kekurangan terakhir, Honda Freed yang Gregy rasakan adalah fungsi bumper belakang yang kurang maksimal. “Kekurangan terakhir menurut saya nih. Bumper belakang tidak berfungsi sebagai mestinya. Bumper itu kan sebenarnya fungsinya untuk ngelindungin body mobil supaya kalo ketabrak ga langsung kena body mobil. Nah freed ini bagian belakang lebih dominan sama pintu dibanding bumpernya. Jadi kalo ketabrak ya langsung kena pintunya,” ucap Gregy. Selanjutnya, Gregy menjelaskan bahwa selama lima tahun menggunakan Honda Freed, ia tidak pernah mengalami kerusakan parah. “Kalo untuk kerusakan parah alhamdulillah banget sih ga pernah ada. Soalnya saya juga selalu service rutin dan tepat waktu. Ya paling seperti yang tadi saya ceritain, kaki-kaki aja, itu juga ga parah-parah banget,” kata Gregy. Sementara itu, untuk urusan perawatan dan biaya operasional, Gregy memiliki cara tersendiri agar tetap hemat dan praktis. Ia rutin memanggil mekanik langganan ke rumah untuk servis, sehingga tetap bisa menjaga kondisi mobil tanpa repot. “Kalo service saya selalu panggil mekanik langganan ke rumah, supaya lebih ekonomis. Kalo service ringan biasanya ganti oli mesin, tune up, ganti filter oli, ya sekitaran Rp 800.000 sampai Rp 900.00. Tapi kalo service agak gedean sampe ganti oli matik sekitaran Rp 2 juta kalo ga salah deh,” katanya. Soal pajak kendaraan, Gregy juga merasakan keuntungan dari menurunnya biaya selama lima tahun kepemilikan Freed. “Kalo untuk pajak sekarang di Rp 3,5 juta. Lumayan turun, dulu waktu beli di 2020 pajaknya sekitar Rp 4,5 juta. Turun Rp 1 juta berarti selama 5 tahun,” ucapnya. Secara keseluruhan, Gregy menekankan bahwa Honda Freed sangat cocok bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan dibandingkan performa mesin. “Intinya sebenernya kalo cari mobil yang nyaman tanpa mementingkan performa sih mobil ini rekomen banget menurut saya, alphard versi lite. Cuman kalo mikirin performa, jangan beli mobil ini. Dijamin pasti kecewa,” kata Gregy. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.