Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum membeli mobil listrik. Namun dalam penggunaan sehari-hari, angka jarak tempuh yang didapat tidak selalu sama seperti klaim pabrikan. Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan jarak tempuh kendaraan listrik dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya kapasitas baterai. Menurut dia, salah satu yang cukup berpengaruh adalah beban kendaraan. Mobil yang membawa muatan berlebih akan membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak. “Jarak tempuh kendaraan listrik dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari beban kendaraan yang berlebihan, kondisi serta kontur jalan yang menanjak atau sering menggunakan pola stop-and-go,” kata Budi, kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2025). Selain itu, gaya berkendara juga turut memengaruhi konsumsi energi. Pengemudi yang sering melakukan akselerasi agresif atau mempertahankan kecepatan tinggi secara konstan berpotensi membuat baterai lebih cepat terkuras. Tidak hanya itu, kondisi ban juga memegang peranan penting. Tekanan ban yang kurang optimal dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga mobil membutuhkan energi lebih besar untuk melaju. Ilustrasi berkendara di jalan lurus “Tekanan ban yang kurang optimal juga berkontribusi dalam meningkatkan hambatan gulir, sehingga konsumsi energi menjadi lebih besar,” ujar Budi. Faktor lain yang kerap luput dari perhatian adalah penggunaan sistem pendingin atau pemanas kabin. Pengoperasian fitur tersebut secara intensif dapat memengaruhi efisiensi energi sekaligus performa baterai. Karena itu, Budi menyarankan pengguna mobil listrik untuk menerapkan gaya berkendara yang halus dan antisipatif. Selain membantu menjaga efisiensi energi, cara tersebut juga bisa membuat jarak tempuh kendaraan tetap optimal. “Penerapan gaya berkendara yang halus dan antisipatif, disertai perawatan kendaraan secara rutin, berperan penting dalam menjaga efisiensi energi,” kata Budi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang