Konsumsi bahan bakar mobil matik tidak hanya dipengaruhi kondisi kendaraan, tetapi juga kebiasaan pengemudi saat berada di balik kemudi. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan saat berkendara dapat membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros. Kamal, pemilik bengkel mobil Kafka, mengatakan kebiasaan menginjak pedal gas terlalu agresif, terutama saat menghadapi kemacetan, dapat membuat konsumsi BBM lebih boros. “Saat posisi macet apalagi untuk mobil matik lebih baik cukup gas-rem saja tanpa injek gas. Kalau perlu injek gas jangan terlalu agresif dalam menekan pedalnya. Lumayan bantu buat hemat BBM,” kata Kafka, kepada Kompas.com, baru-baru ini. Menurutnya, teknik tersebut dapat menjaga putaran mesin tetap stabil sehingga konsumsi bahan bakar tidak meningkat saat kendaraan bergerak perlahan di tengah kemacetan. Ilustrasi mengemudi, memutar setir mobil sampai mentok Teknik yang Benar Pendapat serupa disampaikan Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Honda Auto Clinic. Menurutnya, teknik berkendara hemat BBM pada mobil matik pada dasarnya sama di berbagai jenis dan merek kendaraan. “Kuncinya di cara menekan pedal gas. Menginjak pedal gas jangan ugal-ugalan dan harus bertahap,” kata Iwan kepada Kompas.com. Selain cara mengoperasikan pedal gas, kebiasaan lain yang juga berpengaruh terhadap konsumsi BBM adalah membiarkan tuas transmisi tetap berada di posisi D ketika mobil berhenti, misalnya saat lampu merah atau kemacetan yang cukup lama. Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo, juga mengatakan kondisi tersebut membuat mesin tetap bekerja dengan beban sehingga konsumsi bahan bakar meningkat. “Kondisi tersebut sama saja memberi beban kepada mesin, sehingga saat posisi D sistem akan secara otomatis menambah putaran mesin atau ada sistem idle up-nya, dengan demikian jumlah BBM yang terbakar menjadi lebih banyak,” ucap Muchlis kepada Kompas.com. Menurut Muchlis, kondisi tersebut membuat pembakaran bahan bakar berlangsung lebih banyak meski kendaraan tidak bergerak. “Artinya BBM yang terbakar lebih banyak ini terbuang sia-sia, seharusnya bisa menambah jarak tempuh kendaraan, karena posisi D itu kan artinya mode drive atau jalan, tapi mobil malah direm untuk berhenti,” ucap Muchlis. Karena itu, pengemudi mobil matik disarankan mengemudi dengan halus, menghindari akselerasi yang agresif, serta menyesuaikan penggunaan posisi transmisi saat berhenti agar konsumsi BBM tetap efisien.