Kesalahan pengendara saat menghadapi kemacetan sering kali menjadi penyebab utama kopling mobil cepat aus. Salah satu kebiasaan yang paling umum adalah terlalu sering menggunakan setengah kopling saat mobil merayap. Hari, pemilik bengkel mobil Juna Speed Klaten mengatakan posisi setengah kopling membuat kampas kopling terus bergesekan tanpa benar-benar menempel sempurna, sehingga cepat panas dan menipis. “Banyak pengemudi memainkan setengah kopling agar mobil merayap dengan lebih lembut, tapi sebenarnya lepas kopling penuh juga bisa,” ucap Hari kepada KOMPAS.com, Sabtu (28/3/2026). Asalkan pilihan gigi transmisi sesuai dengan kecepatan laju kendaraan dan putaran mesin, mobil bakal tetap melaju dengan lembut. Selain itu, banyak pengemudi menahan mobil di tanjakan hanya dengan memainkan kopling, bukan rem tangan. Pengendara terjebak kemacetan saat penutupan jalur menuju wisata Anyer di Palima, Kota Serang, Banten, Minggu (22/3/2026). Penutupan jalan menuju Anyer-Cinangka via jalur Palka tersebut dilakukan karena terjadinya lonjakan kendaraan yang menyebabkan kemacetan panjang di kawasan pesisir. “Akibatnya kampas kopling cepat panas dan lebih cepat aus karena bergesekan terus menerus, padahal tak diperlukan,” ucap Hari. Kebiasaan ini sangat berbahaya karena membuat kopling bekerja ekstra dan berisiko terbakar dalam waktu singkat. “Kesalahan lain adalah menggantungkan kaki di pedal kopling meskipun tidak sedang memindahkan gigi, ini tidak perlu,” ucap Hari. Ilustrasi kampas dan pegas diafragma pada kopling mobil manual Tekanan kecil sekalipun dapat menyebabkan kopling sedikit terangkat dan terus mengalami slip tanpa disadari. Seharusnya, pedal kopling diinjak hanya saat hendak melakukan perpindahan percepatan. Di kemacetan, pengemudi juga sering terlalu sering memainkan kopling dan gas secara berulang tanpa teknik yang halus. Hal ini mempercepat keausan karena gesekan terjadi terus-menerus dalam waktu lama. Terakhir, banyak pengemudi mengabaikan tanda-tanda kopling mulai aus seperti bau gosong atau tenaga yang menurun. “Kopling yang sudah mulai aus tak dapat mentransfer tenaga dengan optimal karena cenderung mengalami selip ringan, ketika mendapatkan beban berat selip akan menjadi lebih besar dan mempercepat keausan,” ucap Hari. Jadi, cara berkendara yang tidak tepat dapat mempercepat keausan kopling terutama dalam kondisi lalu lintas macet. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang