Pelek motor retak sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa berbahaya jika dibiarkan. Banyak pemilik kendaraan memilih memperbaiki demi menekan biaya, tetapi apakah pelek retak benar-benar aman untuk diperbaiki? Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan perbaikan memang memungkinkan dilakukan. “(Pelek retak) bisa (diperbaiki). Solusinya dilas. Kena tambahan biaya sekitar Rp 100.000 karena pakai las khusus,” ujar Iwan, kepada Kompas.com (27/2/2026). Jalan berlubang di belokan menuju Jalan Mitra Bahari dari arah Jalan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/2/2026) “Tapi kalau bicara awet ya kayaknya enggak juga. Soalnya kalau pelek udah kena panasan lasan itu kan udah kayak mau meleleh, jadi bahannya muda lagi (lebih lembek). Kena lubang sedikit saja nanti bengkang lagi,” kata dia. Menurut Iwan, posisi retakan sangat menentukan apakah pelek masih layak diperbaiki atau tidak. “Paling kalau retaknya di tengah, dikasih lem besi itu lebih aman ditambal gitu. Kalau (retak) di pinggir susah (benerinnya),” ucap Iwan. Proses press pelek motor yang peang Artinya, retak di bagian tengah pelek relatif lebih aman ditangani dibandingkan retak di bibir atau pinggir pelek yang menanggung tekanan lebih besar saat motor melaju. Pandangan serupa disampaikan Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, diler resmi motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang. “Ini yang perlu hati-hati. Secara teknis bisa dilas argon lalu dipres, tapi kekuatan strukturnya tidak akan 100 persen sama lagi,” ujar Wahyu, kepada Kompas.com (27/2/2026). Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan bahwa penyebab utama kerusakan pelek saat musim hujan karena lubang di jalan. “Jika retaknya di bagian palang atau area vital, sangat disarankan untuk ganti baru demi keselamatan,” katanya. Pelek merupakan komponen vital yang menopang beban kendaraan sekaligus menjaga kestabilan saat bermanuver. Ketika strukturnya sudah berubah akibat panas las atau tekanan pres, risiko deformasi ulang hingga patah tetap ada. Terutama jika sering melintasi jalan berlubang. Kesimpulannya, perbaikan pelek retak memang bisa dilakukan sebagai solusi sementara atau darurat. Namun untuk retakan di area vital atau yang sudah parah, mengganti dengan pelek baru tetap menjadi pilihan paling aman demi keselamatan berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang