Pengguna mobil listrik yang ingin melakukan perjalanan mudik perlu memperhatikan strategi pengisian daya baterai. Salah satu yang sering menjadi pertanyaan adalah berapa persen ideal baterai diisi sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Direktur Utama Charge+ Indonesia Anthony Utomo mengatakan, perencanaan perjalanan menjadi hal penting sebelum memulai perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik. Menurut dia, pengguna perlu mengetahui tujuan perjalanan dengan jelas agar bisa mengidentifikasi lokasi pengisian daya yang tersedia di sepanjang rute. Hal ini penting karena infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih belum merata di semua wilayah. “Pertama tentunya kita harus tahu tujuan mudik kita dengan baik, sehingga kita dapat mengidentifikasi tempat-tempat untuk pengisian daya itu secara cermat. Gak bisa kita pungkiri bahwa SPKLU itu masih ada tempat-tempat yang belum terjangkau,” ujar Anthony, kepada Kompas.com di Jakarta Pusat belum lama ini. Karena itu, ia menyarankan pengemudi mobil listrik mengisi baterai hingga penuh sebelum memulai perjalanan. Dengan baterai dalam kondisi 100 persen, pengguna memiliki cadangan energi yang lebih aman sampai menemukan titik pengisian berikutnya. “Karena itu sebelum kita sampai ke tujuan, pastikan kita isi penuh (100 persen), dan tentunya ada tempat pengisian sebanyak perjalanan yang bisa kita gunakan," kata Anthony. Selain itu, Anthony juga mengingatkan agar kondisi baterai tidak dibiarkan terlalu rendah. Pada umumnya, pabrikan kendaraan listrik menyarankan agar kapasitas baterai tidak berada di bawah 20 persen. PLN melakukan pengecekan langsung kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melalui program PLN Mobile EVenture jelang libur Nataru. “Kalau kendaraan listrik pada umumnya pabrikan itu memberi masukan, tidak boleh kurang dari 20 persen untuk menjaga kualitas baterainya,” ujar Anthony. Ia menambahkan, sistem pada kendaraan listrik sebenarnya sudah dilengkapi perlindungan terhadap baterai melalui teknologi Battery Management System (BMS). Sistem ini berfungsi mengatur proses pengisian daya agar tetap aman, baik saat menggunakan pengisian cepat maupun pengisian biasa. Senada dengan itu, Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia Budi Darmawan Jantania mengatakan, pengisian baterai hingga penuh menjadi langkah yang disarankan saat akan menempuh perjalanan jarak jauh. Menurut dia, baterai yang terisi penuh dapat membantu memaksimalkan jarak tempuh kendaraan sekaligus memberikan cadangan energi yang lebih aman selama perjalanan. "Saat menempuh perjalanan jarak jauh, baterai kendaraan listrik sebaiknya diisi hingga 100 persen guna memaksimalkan daya jelajah sekaligus memastikan ketersediaan cadangan energi yang lebih aman sepanjang perjalanan," ujar Budi. Ia menambahkan, kapasitas baterai yang penuh juga memberi fleksibilitas lebih besar bagi pengemudi dalam merencanakan rute perjalanan dan menentukan lokasi pengisian berikutnya. "Dengan kapasitas terisi penuh, pengemudi memiliki fleksibilitas lebih besar dalam merencanakan rute, menentukan titik pengisian berikutnya, serta mengantisipasi berbagai kondisi tak terduga di perjalanan," kata Budi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang