Selain cara penggunaan, pola pengisian daya juga berpengaruh besar terhadap umur pakai baterai motor listrik. Kesalahan yang masih sering dilakukan pengguna adalah membiarkan baterai terus terhubung ke pengisi daya meski proses pengisian sudah selesai. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan pada motor listrik yang masih menggunakan baterai SLA singkatan Sealed Lead Acid. Berbeda dengan sebagian baterai lithium modern yang telah dilengkapi sistem manajemen baterai lebih canggih, baterai SLA membutuhkan perhatian lebih saat proses pengisian daya. Abdulah dari Dolland Motor Electric mengatakan, pengguna baterai SLA sebaiknya tidak membiarkan baterai dicas terlalu lama setelah indikator menunjukkan kondisi penuh. Baterai motor listrik Greentech, berjenis Sealed Lead Acid (SLA) tapi bisa di swap "Kalau di kita biasanya edukasi ke konsumen. Karena yang pakai SLA itu biasanya kan jarak tempuhnya dekat-dekat ya. Jadi lebih kita arahin, kita kasih template pengecasan," kata Abdul panggilannya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/2/2026). Menurut dia, pengguna dapat menerapkan pola pengisian daya bertahap sesuai kebutuhan penggunaan harian. Cara ini dinilai lebih baik dibandingkan membiarkan baterai terus terhubung ke charger dalam waktu yang sangat lama. "Misalkan pagi dua jam, siang dua jam, sore dua jam, malam sebelum tidur dua jam, gitu. Kalau di SLA itu enggak dipakai dan ketika dicas sudah hijau, ya sudah. Enggak usah dilanjut, gitu," ujarnya. Abdul menjelaskan, indikator lampu berwarna hijau pada charger umumnya menandakan baterai telah mencapai kapasitas pengisian yang ditentukan. Jika kondisi tersebut sudah tercapai, pengisian daya tidak perlu diteruskan. Kebiasaan membiarkan baterai SLA dicas semalaman atau berjam-jam setelah penuh berpotensi mempercepat penurunan performa baterai. Motor listrik pacific menggunakan hub-drive dan baterai SLA, harga Rp 17 jutaan dan masih Off the road Dalam jangka panjang, kapasitas penyimpanan energi dapat berkurang sehingga jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek dibandingkan saat kondisi baterai masih baru. Karena itu, pengguna disarankan untuk lebih memperhatikan durasi pengisian daya dan segera mencabut charger ketika baterai sudah penuh. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan baterai sekaligus memperpanjang usia pakainya. Apa Itu Baterai SLA? Baterai SLA adalah jenis baterai timbal-asam tertutup yang menggunakan elektrolit berbahan dasar asam sulfat dan pelat timbal untuk menyimpan energi listrik. Disebut "sealed" atau tertutup karena baterai ini dirancang tanpa perlu penambahan air aki secara berkala seperti aki basah konvensional. Teknologi SLA sebenarnya sudah digunakan selama puluhan tahun dan dikenal luas karena biaya produksinya relatif murah, konstruksinya sederhana, serta mudah didaur ulang. Motor listrik subsidi paling murah Karena alasan tersebut, baterai SLA masih banyak digunakan pada sepeda listrik, motor listrik berharga terjangkau, sistem cadangan listrik (UPS), hingga peralatan industri. Dibandingkan baterai lithium, baterai SLA memiliki beberapa kelebihan, seperti harga yang lebih ekonomis, ketersediaan suku cadang yang melimpah, dan proses perawatan yang relatif sederhana. Namun, baterai ini juga memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satu kelemahan utama baterai SLA adalah bobotnya yang cukup berat karena menggunakan pelat timbal. Selain itu, kapasitas penyimpanan energinya lebih rendah dibandingkan baterai lithium dengan ukuran yang sama. Akibatnya, kendaraan yang menggunakan baterai SLA umumnya memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dan bobot kendaraan lebih besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang