Di kalangan pengguna kendaraan listrik (EV) maupun perangkat elektronik harian, masih sering beredar anggapan bahwa mengisi daya (charging) baterai hingga menyentuh angka 100 persen bisa merusak komponen dalam. Banyak yang khawatir membiarkan colokan charger tetap terhubung semalaman akan memicu pengisian berlebih (overcharge) yang membuat baterai kembung atau drop. Lantas, apakah anggapan mengisi daya hingga penuh bisa merusak baterai motor listrik itu mitos atau fakta? MAKA Motors sediakan 33 lokasi Fast Charging untuk mengecas motor listrik Hernest, Owner dari Bogor Battery Electric Motion (BEMo), bengkel spesialis baterai kendaraan listrik, menjelaskan, untuk tipe motor listrik modern, anggapan tersebut dipastikan hanya mitos belaka. "Kalau selama dia pakai baterai lithium, aman. Dia akan cut off otomatis (memutus arus sendiri). Sama seperti handphone sekarang, biar dicas seharian atau semalaman, arusnya akan putus kalau sudah penuh," ujar Hernest kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026). Peran Penting BMS di Baterai Lithium Keamanan baterai lithium saat dicas hingga 100 persen tidak lepas dari peran komponen penting bernama Battery Management System (BMS). BMS bertindak sebagai "otak" pintar yang bertugas memantau, mengatur, dan menjaga kesehatan seluruh sel baterai. Fungsi utama dari BMS adalah mengatur cut off agar terhindar dari risiko overcharge maupun undercharge (daya terlalu kosong). Jadi, ketika indikator motor listrik sudah menunjukkan angka 100 persen, BMS akan langsung menghentikan aliran listrik yang masuk meskipun kabel adaptor masih menempel di stopkontak. Kondisi Berbeda pada Baterai Jenis SLA Meski aman untuk tipe lithium, Hernest memberikan catatan penting bahwa risiko kerusakan akibat cas sampai penuh ini bisa menjadi fakta jika motor atau sepeda listrik masih menggunakan jenis baterai SLA (Sealed Lead Acid). Berbeda dengan lithium, baterai SLA bawaan pabrik umumnya belum dibekali dengan sistem pengaman pintar seperti BMS. "Kalau di sistemnya SLA, baru itu terjadi (bisa rusak). Begitu sudah penuh dan tetap kita colok semalaman, baterai itu ibaratnya tetap disuapin terus. Akhirnya apa? Baterainya bisa kembung," jelas Hernest. Absennnya sistem proteksi inilah yang membuat baterai tipe SLA umumnya memiliki usia pakai yang relatif jauh lebih pendek dibandingkan tipe lithium. "Baterai SLA itu umurnya pendek karena tidak diatur (oleh BMS). Kalau sudah dipakai setahun saja, itu sudah alhamdulillah," kata dia. Kesimpulannya, pengisian hingga 100 persen sangat aman dan direkomendasikan untuk baterai lithium, namun harus lebih diwaspadai dan jangan ditinggal semalaman jika kendaraan listrik masih memakai baterai tipe SLA. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang