Pemerintah kembali menggulirkan wacana insentif untuk sepeda motor listrik. Asosiasi produsen motor listrik berharap rencana tersebut tidak digantung.Asosiasi Industri Sepeda motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengkhawatirkan rencana yang belum final itu bisa menekan daya beli. Hal ini pernah terjadi pada 2025,Konsumen menunda pembelian karena menanti pemberian insentif dari pemerintah yang akhirnya tak pernah datang. "Ya itu yang tidak kita harapkan (regulasi menggantung penjualan jadi tertekan)," kata Sekretaris Jenderal Aismoli Hanggoro Ananta dikutip dari CNN Indonesia.Ia menegaskan tanpa kejelasan, konsumen Tanah Air cenderung bersikap wait and see, sementara pelaku usaha kesulitan menyusun strategi penjualan."Agar semua tidak menunggu-nunggu yang bisa mengakibatkan hold buying lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini mesti kita hindari," ujar Hanggoro.Ya, 'tarik ulur' kebijakan subsidi motor listrik sempat terjadi sejak tahun lalu. Walhasil konsumen di Indonesia cenderung wait and see.Kini muncul lagi pernyataan pemerintah akan mengeluarkan subsidi untuk sepeda motor listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program subsidi motor listrik lanjut tahun ini. Besaran subsidi yang diberikan Rp 5 juta per motor."Tahun ini. Ya nggak semuanya, bertahap lah. Subsidi mungkin 5 juta per motor, Rp 5 juta atau lebih Kita lihat, nggak tahu. Ini kan masih awal nih," kata Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026), dikutip dari detikFinance."Nanti berapa jumlah motor yang disubsidi masih dipertimbangkan. Tapi yang jelas saya masih diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian, Menko, dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," katanya.Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dari total 6.412.769 unit motor yang terjual di Indonesia, segmen motor listrik berkontribusi kurang dari satu persen. Jika dihitung, angka penjualannya hanya berkisar di angka 50 ribuan unit.Merujuk data SRUT Kemenhub yang diterima detikcom, tren motor listrik terus bertumbuh dalam tiga tahun terakhir. Penjualan mencapai puncaknya pada 2024 yang menyentuh 77 ribu unit, bertepatan dengan masa berlakunya program subsidi pemerintah.