Memperbaiki bodi mobil yang penyok atau ringsek akibat kecelakaan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Pemilik mobil berharap bahwa setelah keluar dari bengkel perbaikan bodi atau body repair, kondisi mobilnya bisa kembali mulus total layaknya mobil baru yang keluar dari pabrik. Namun mengembalikan panel pelat bodi besi atau aluminium yang sudah tertekuk ke kondisi sempurna bukan perkara yang mudah. ACM Body Repair Reynaldi, pemilik bengkel spesialis perbaikan bodi ACM Body Repair di Serpong, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa tingkat kepatutan hasil akhir sangat bergantung pada seberapa parah deformasi atau kerusakan awal yang dialami oleh panel mobil tersebut. Menurutnya, pengerjaan body repair selalu mengutamakan kemiripan optimal, tetapi bukan kesempurnaan mutlak. “Kalau untuk body repair, hasilnya memang diupayakan semirip mungkin dengan kondisi aslinya, tetapi tidak bisa 100 persen. Apalagi kalau mobil pernah mengalami benturan sampai rusak parah,” ujar Aldi panggilannya kepada Kompas.com, belum lama ini. Tingkat Kesulitan Aldi mengatakan, tingkat kesulitan akan meningkat secara drastis apabila benturan terjadi di area yang banyak titik tekukan struktural dan dudukan panel yang rumit. ACM Body Repair “Kalau kerusakannya parah, terutama di bagian depan, hasil terbaiknya mungkin sekitar 95 persen," kata Aldi. "Jadi memang tidak mungkin benar-benar 100 persen, karena biasanya masih akan terlihat sedikit perbedaan,” kata dia. Perbedaan minor tersebut biasanya meliputi tingkat kelurusan nat (gap antar-panel) yang sangat tipis atau pantulan cahaya pada lekukan pelat yang tidak bisa sempurna pengerjaan robotik pabrikan masal. ACM Body Repair Panel Mengingat adanya batasan mekanis dari pelat besi yang sudah kehilangan kelenturan alaminya pasca benturan keras, pemilik kendaraan diimbau untuk menyelaraskan ekspektasi sebelum menyerahkan mobil ke bengkel. “Kalau karena itu, konsumen juga harus memahami ekspektasinya. Ada juga kasus yang memang harus ganti panel, dan jumlahnya cukup banyak,” kata Aldi. Jika dipaksakan untuk diperbaiki dengan tumpukan dempul tanpa diganti, bodi mobil tidak hanya akan terlihat aneh dan tidak proporsional. Selain itu juga berisiko menurunkan tingkat keselamatan kendaraan karena kekuatan struktur panelnya yang sudah melemah. “Kalau bodinya sudah tertekuk parah atau sudah penyok berat, biasanya sudah tidak bisa diperbaiki lagi sehingga panelnya harus diganti,” kata Aldi.