Saat berburu mobil bekas, calon pembeli dituntut untuk ekstra teliti dalam memeriksa seluruh kondisi fisik kendaraan. Salah satu bagian paling krusial yang wajib diperiksa adalah kondisi bodi, terutama untuk memastikan apakah mobil tersebut masih orisinal atau pernah mengalami perbaikan besar akibat kecelakaan. Salah satu indikasi kuat bahwa mobil pernah mengalami benturan parah adalah adanya lapisan dempul atau body filler yang terlalu tebal pada panel bodi. Reynaldi, pemilik bengkel spesialis perbaikan bodi ACM Body Repair di Serpong, Tangerang Selatan, mengatakan, cara membedakan dan mendeteksi ketebalan dempul pada mobil sebenarnya tidak sulit. Calon konsumen bisa melakukannya secara manual tanpa perlu alat khusus dengan mengetuk panel bodi menggunakan jari tangan. Reynaldi, pemilik ACM Body Repair “Kalau diketok seperti ini, bunyinya nyaring karena memang terbuat dari pelat. Jadi bukan dempulan," kata Aldi panggilannya saat ditemui kompas.com, belum lama ini. "Kalau bunyinya ‘dum-dum-dum’, biasanya itu menandakan ada dempul dan ketebalannya cukup tebal,” ujarnya. Menurut Aldi, secara teknis, gelombang suara yang dihasilkan oleh pelat besi kosong murni atau bawaan pabrik akan terdengar nyaring, garing, dan berdenting tipis. Sebaliknya, panel bodi yang sudah ditimbun pasta dempul tebal akan meredam getaran suara tersebut, sehingga bunyinya berubah menjadi lebih padat dan berat. ACM Body Repair Indikasi Bekas Tabrakan Pemeriksaan bodi dengan metode mengetuk ini sudah menjadi rahasia umum di dunia otomotif, terutama di kalangan inspektur mobil bekas maupun konsumen yang jeli. Sebab dempul yang tebal merupakan indikasi awal bahwa mobil pernah mengalami penyok yang parah atau bahkan ringsek dan bukan cuma baret. Karena sulit diperbaiki atau memakain banyak biaya, sehingga memilih jalan pintas dengan cara melapisinya dengan dempul tebal agar permukaannya kembali rata sebelum dicat. “Kalau mobil mau dijual, biasanya calon pembeli akan mengecek dengan cara mengetok pintu atau bagian bodinya," kata Aldi. "Kalau bunyinya ‘dum-dum’, berarti dempulnya tebal dan orang bisa menduga mobil tersebut pernah mengalami tabrakan,” ujarnya. ACM Body Repair Nilai Jual Dempul yang tebal juga memiliki risiko seperti mudah retak dan memicu karat. Karena itu bengkel body repair yang berkualitas pasti akan mengontrol ketat pengerjaan teknisinya. Proses pengetokan bodi (body repairing) manual harus dimaksimalkan terlebih dahulu agar lekukan bodi kembali seperti sedia kala sebelum diberi sentuhan akhir. “Karena itu kami juga selalu mengingatkan teknisi agar penggunaan dempul tidak terlalu tebal. Pengerjaannya mengikuti lekukan dan bentuk aslinya," ujar Aldi. "Kalau dempul terlalu tebal, nilai jual mobil bisa turun karena orang akan tahu bahwa mobil tersebut pernah mengalami kecelakaan,” katanya.