Motor listrik sepintas memiliki roda hampir sama dengan motor konvensional. Mereka masih menggunakan ban yang berisikan udara, sehingga juga bisa mengalami bocor di jalan. Hanya saja beberapa pihak tambal ban menolak atau tidak melayani untuk motor listrik, salah satu alasannya karena tidak mau ambil risiko. Sigit, tukang tambal ban di pinggir jalan Cawas, Klaten mengatakan motor listrik memiliki roda sedikit berbeda dengan kebanyakan motor konvensional. “Pelek belakang itu kan bukan cuma pelek, tapi dinamonya, sehingga risikonya besar bagi orang yang tidak terbiasa dengan elektrikal, kalau motornya mati nanti malah repot,” ucap Sigit kepada KOMPAS.com, Kamis (11/12/2025). Ada beberapa alasan kenapa tukang tambal ban enggan atau menolak menambal ban motor listrik. Bukan semata-mata “tak mau”, tapi lebih karena risiko, teknis, dan waktu pengerjaan. Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan ban motor listrik umumnya berukuran kecil, tapi dinding ban sangat tebal sehingga lebih sulit dibuka atau dicongkel. Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Jakarta “Proses mencongkel ban jauh lebih susah. Tambal ban yang biasa menservis motor bebek atau matik kadang tidak punya alat pencongkel kuat,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Jumat (12/12/2025). Jika modelnya hub motor, roda belakang pada motor listrik terdapat kabel sensor, soket, seal karet, rumah dinamo dan bearing khusus. Saat melepas ban, tukang tambal ban khawatir dapat merusaknya. “Sebenarnya karena mereka tidak terbiasa saja, sehingga daripada merugikan konsumen, lebih baik menyarankan ke tempat lain,” ucap Gio. Motor listrik Nore Aergo di GIIAS 2025. Dari segi konstruksi ban, sebenarnya tidak ada beda antara motor listrik dan motor konvensional. Hal ini disampaikan oleh Zulpata Zainal, On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk bahwa kedua ban sama saja cara menambalnya. “Harusnya sih tidak masalah (menambal ban motor listrik), tidak ada perbedaan yang signifikan antara ban motor biasa dengan motor listrik, hanya ban untuk kendaraan elektrik lebih kuat menahan beban dibanding ban untuk kendaraan biasa,” ucap Zulpata kepada KOMPAS.com, Jumat (12/12/2025). Menurut Zulpata, konstruksi ban motor listrik lebih kuat, karena berhubungan dengan kendaraan elektrik lebih berat dibanding ban untuk kendaraan non-elektrik. Jadi, kebanyakan tukang tambal ban di pinggir jalan tak mau menambal ban motor listrik karena keterbatasan pengetahuan dan alat yang digunakan, bukan adanya masalah pada motor listrik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang