Beredar kabar bahwa menambal ban pada motor listrik lebih sulit daripada ban motor konvensional. Hal ini membuat sejumlah tambal ban pinggir jalan enggan menerima motor listrik. Salah satu alasanya karena ban motor listrik dianggap memiliki karakter berbeda dari ban biasa. Lantas, benarkah demikian? Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2V Polytron, mengatakan tidak mengetahui jenis ban pada motor listrik secara umum, namun ia memastikan motor listrik Polytron memiliki ban sama dengan ban tubeless biasanya. “Cara bongkar pasang ban motor listrik (khususnya Polytron) untuk roda depan sama seperti motor yang pakai ban tubeless biasa, sedangkan yang belakang sedikit berbeda caranya,” ucap Ilman kepada KOMPAS.com, Jumat (12/12/2025). Metode pembongkaran ban belakang yang berbeda ini, memungkinkan tukang tambal ban pinggir jalan kurang paham dan tak mau ambil risiko. "Sebenarnya sudah banyak kok toko ban yang sudah bisa bongkar pasang ban motor Polytron, baik depan dan belakang, beberapa dokumentasinya ada di media sosial," ucap Ilman. Menambal ban tubeless pada sepeda motor Sementara itu, Zulpata Zainal, On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk mengatakan bahwa ban motor listrik maupun konvensional sama saja dengan ban tubeless pada umumnya. “Harusnya sih tidak ada masalah terkait menambal ban motor listrik, tidak ada perbedaan yang signifikan antara ban motor biasa dengan motor listrik,” ucap Zulpata kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Hanya saja, menurut Zulpata, ban untuk kendaraan elektrik didesain lebih kuat menahan beban, dibandingkan ban untuk kendaraan biasa. Hal ini berhubungan dengan bobot kendaraan elektrik lebih berat. Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Jakarta Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan ban motor listrik umumnya berukuran kecil, tapi dinding ban sangat tebal sehingga lebih sulit dibuka atau dicongkel. “Proses mencongkel ban jauh lebih susah. Tambal ban yang biasa menservis motor bebek atau matik kadang tidak punya alat yang proper, sehingga berisiko,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Jumat (12/12/2025). Jika modelnya hub motor, roda belakang pada motor listrik terdapat kabel sensor, soket, seal karet, rumah dinamo dan bearing khusus. Saat melepas ban, tukang tambal ban khawatir dapat merusaknya. “Sebenarnya karena mereka tidak terbiasa saja, sehingga daripada merugikan konsumen, lebih baik menyarankan ke tempat lain,” ucap Gio. Jadi, meski tidak ada perbedaan pada cara menambal ban motor listrik, rupanya cara bongkar pasang ban membuatnya lebih sulit, khususnya bagi sebagian tukang tambal ban di pinggir jalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang