Pengemudi ojek online (ojol) merupakan salah satu kelompok yang paling bergantung pada sepeda motor untuk mencari nafkah. Dalam sehari, pengendara ojol bisa menempuh jarak puluhan kilometer sehingga biaya bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Komisaris PT Sunra Asia Pacific Hi-Tech (Sunra Indonesia) Ismeth Wibowo mengatakan, penggunaan motor listrik dapat membantu pengemudi ojol menghemat 40 persen pengeluaran harian. "Dan lagi (motor) listrik ini menurut saya suatu keharusan, itu mereka bisa menghemat BBM sekitar 40 persen dengan 2 baterai," kata Ismeth menjawab Kompas.com, di Jakarta, akhir pekan lalu. Motor listrik Sunra Pengisian Daya Mengenai waktu pengisian daya baterai. Ismeth menilai sistem battery swap atau penukaran baterai menjadi solusi yang lebih praktis. Menggunakan sistem swap bisa memangkas waktu sangat cepat jika dibandingkan dengan mengisi daya secara mandiri. Sehingga kekhawatiran di jalan harusnya sudah terjawab. "Menurut saya, program swap ini adalah suatu terobosan untuk motor listrik," kata Ismeth. "Karena seperti saya katakan, untuk pengemudi online mereka kasihan kalau harus menunggu baterai dari kosong sampai penuh selama 4 jam. Mereka makan paling 20 menit, sedangkan waktu menunggu terbuang," katanya. Motor listrik Sunra Dengan sistem tersebut, pengendara tidak perlu menunggu baterai terisi penuh. Cukup menukar baterai yang habis dengan baterai yang sudah terisi. "Dengan swap ini mereka bisa langsung mencabut baterai yang habis, mencari tempat-tempat charge-nya di mana, biasanya di Alfamart, Indomaret, lalu jalan lagi," ujarnya. Hasil Studi Sejumlah penelitian juga menunjukkan potensi penghematan yang cukup signifikan bagi pengemudi ojol yang beralih ke motor listrik. Sebelumnya, pada 2024, National Project Manager Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV) Eko Adji Buwono mengatakan, berdasarkan studi yang dilakukan terhadap pengemudi ojol, penggunaan motor listrik dapat menekan biaya operasional harian secara signifikan. Saat masih menggunakan motor berbahan bakar bensin, kebutuhan energi mencapai sekitar Rp 70.000 per hari. Ilustrasi driver ojek online Ditambah biaya perawatan rata-rata Rp 5.000 per hari, total biaya operasional menjadi sekitar Rp 75.000 setiap hari. Sementara itu, pada motor listrik, total biaya operasional harian diperkirakan hanya sekitar Rp 61.000. Terdapat penghematan yang cukup besar dibandingkan motor konvensional. Menurut Eko, kehadiran layanan penyewaan atau langganan baterai (battery subscription) juga menjadi nilai tambah. Skema tersebut membuat pengguna tidak perlu membeli baterai baru ketika kapasitasnya menurun, sekaligus mempercepat proses pengisian energi melalui sistem penukaran baterai.