Ferrari buka suara dan mengklaim model listrik pertamanya, Luce, mendapat respons positif dari konsumen meski menuai kritik sejak diperkenalkan ke publik. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, mengatakan minat terhadap Luce datang tidak hanya dari pelanggan lama, tetapi juga konsumen baru. “Kami melihat minat yang sangat kuat, termasuk dari pelanggan baru,” kata Vigna dilansir dari Reuters, Jumat (29/5/2026). Seperti diketahui, Ferrari resmi memperkenalkan Luce di Roma , Italia. Mobil listrik tersebut dibanderol 550.000 euro atau sekitar 638.605 dollar AS atau setara Rp 11,39 miliar dengan nilai tukar saat ini. Ferrari Luce Kritik Namun, peluncuran Luce langsung memicu perdebatan. Banyak pihak menilai desain mobil tersebut terlalu berbeda dari identitas Ferrari yang selama ini identik dengan mesin bensin berperforma tinggi. Bahkan, sebagian pengguna media sosial menyebut tampilan Luce tidak mencerminkan karakter Ferrari. Meski demikian, Ferrari mengaku optimistis model tersebut akan diterima pasar. Pada acara peluncuran di Roma, Ferrari memperlihatkan Luce kepada sekitar 1.600 pelanggan pada Senin dan Selasa. Sementara pemesanan resmi mulai dibuka pada Rabu (27/5/2026). “Kami bahkan sudah menerima transfer bank. Pelanggan yang hadir di sana menginginkan mobil ini,” ujar Vigna. Ia menambahkan, Ferrari akan mengumumkan angka pasti pemesanan Luce pada Juli mendatang bersamaan dengan laporan keuangan kuartal kedua. Ferrari Luce Saham Ferrari Respons dingin terhadap Luce juga sempat memengaruhi pergerakan saham Ferrari. Pada Selasa, saham perusahaan turun lebih dari 8 persen setelah investor dan publik merespons negatif model listrik tersebut. Vigna menilai kritik terhadap Luce terlalu dini. Ia meminta publik melihat langsung mobil tersebut sebelum memberikan penilaian. Menurut dia, Luce memiliki karakter berbeda dibanding mobil listrik lain di pasar, termasuk produk asal China. “Jika melihat dan mencobanya langsung, Anda akan segera mengerti bahwa mobil ini bukan hasil tiruan dan tidak memiliki kesamaan dengan EV lain yang pernah Anda lihat, baik dari sisi interior, eksterior, maupun performa,” kata Vigna. Ia juga menegaskan bahwa Luce hanya menjadi tambahan dalam lini produk Ferrari. Pabrikan asal Italia itu tetap akan mempertahankan model bermesin bensin dan hybrid. Ferrari Luce Terkait harga Luce yang sangat tinggi, Vigna menyebut banderol tersebut sepadan dengan inovasi yang ditawarkan. Di sisi lain, desain Luce juga mendapat kritik dari mantan Chairman dan CEO Ferrari, Luca di Montezemolo. Montezemolo, yang memimpin Ferrari pada 1991 hingga 2014, menilai Ferrari mengambil langkah terlalu berani lewat desain mobil tersebut. “Kalau saya mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan, saya bisa menyakiti Ferrari. Kita sedang mempertaruhkan kehancuran sebuah legenda dan saya sangat menyesalkan hal itu,” kata Montezemolo. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang