Desain mobil listrik pertama Ferrari, Luce, menuai banyak kritik di Eropa dan Amerika Serikat, mobil tersebut justru laris manis di China. Dikutip dari Arenaev, berdasarkan laporan sejumlah media lokal, alokasi awal sebanyak 88 unit langsung habis terjual dalam waktu singkat. Peluncuran resmi sebetulnya baru berlangsung pada 3-5 Juli 2026. Adapun Ferrari membanderol Luce di China seharga 3,988 juta yuan atau sekitar Rp 9 miliar. Menariknya, harga Ferrari Luce di China sekitar 7 persen lebih murah dibandingkan harga di pasar Eropa yang mencapai 550.000 euro. Di balik angka 3,988 juta yuan, ternyata Ferrari memiliki strategi tersendiri. Angka tersebut dipilih karena dianggap membawa keberuntungan menurut budaya masyarakat China. Ferrari Luce Dalam budaya China, angka 3 memiliki pelafalan yang mirip dengan kata yang berarti kehidupan atau pertumbuhan. Sementara 9 melambangkan keabadian, sedangkan 8 identik dengan kemakmuran dan kekayaan. Kombinasi angka 3-9-8-8 dipercaya membawa makna harapan akan kehidupan yang panjang, kekayaan, dan kemakmuran yang terus berlanjut. Tak hanya itu, Ferrari juga hanya menyediakan 88 unit untuk tahap awal penjualan di China. Angka 88 sendiri dikenal sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Negeri Tirai Bambu. Desain Tuai Kritik Ferrari Luce pertama kali diperkenalkan di Roma pada Mei 2026. Mobil yang dirancang mantan desainer Apple, Jony Ive, tersebut langsung menjadi perbincangan. Banyak pengamat menilai desain sedan empat pintu itu terlalu sederhana dan tidak menampilkan karakter khas Ferrari yang identik dengan mobil sport agresif. Ferrari Luce Respons negatif tersebut bahkan sempat menekan harga saham Ferrari hingga turun lebih dari 6 persen dalam satu hari perdagangan. Tak lama setelah peluncuran, Ferrari juga melakukan pergantian Chief Marketing Officer (CMO). Posisi Enrico Galliera digantikan oleh Massimiliano Di Silvestre yang sebelumnya memimpin BMW Italia. Bukan Supercar Konvensional Berbeda dengan model Ferrari pada umumnya, Luce dikembangkan sebagai grand tourer lima penumpang. Mobil ini lebih mengutamakan kenyamanan untuk penggunaan harian dibandingkan performa ekstrem di lintasan balap. Karena itu, Luce memiliki posisi yang berbeda dibandingkan supercar Ferrari lainnya, meski tetap menyasar konsumen kelas atas. Ferrari Luce Lebih Mahal dari Mobil Listrik China Di pasar China, Ferrari Luce juga harus bersaing dengan mobil listrik lokal yang menawarkan performa tinggi dengan harga lebih terjangkau. Sebagai contoh, BYD Yangwang U9 dijual sekitar setengah harga Ferrari Luce, tetapi memiliki tenaga lebih besar, akselerasi lebih cepat, dan kemampuan pengisian daya yang lebih baik. Ada pula GAC Hyptec SSR yang dipasarkan mulai 1,286 juta yuan. Dengan harga satu Ferrari Luce, konsumen bahkan dapat membeli hampir tiga unit Hyptec SSR. Meski demikian, para analis menilai calon pembeli Ferrari tidak membandingkan mobil tersebut dengan produk lokal. Bagi konsumen kelas atas, pabrika asal Maranello, Italia tersebut tetap memiliki daya tarik sebagai simbol prestise dan status sosial.