Ferrari resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya, Luce, sebagai bagian dari strategi elektrifikasi merek asal Maranello tersebut. Namun, langkah itu justru semakin menguatkan keyakinan Lamborghini untuk menunda peluncuran mobil listrik murni pertamanya. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengatakan perusahaan telah mengambil keputusan yang tepat dengan menunda proyek mobil listrik murni. Menurut dia, permintaan terhadap supercar listrik di segmen pelanggan Lamborghini masih sangat rendah. Winkelmann menjelaskan bahwa Lamborghini telah memantau perkembangan pasar kendaraan listrik di segmen mobil mewah selama beberapa tahun terakhir. Lamborghini Aventador SVJ 63 Roadster LP770-4 "Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat penerimaan konsumen terhadap kendaraan listrik tidak tumbuh secepat yang diperkirakan banyak pihak," tulis Carscoops, dikutip Selasa (9/6/2026). Lanzador Awalnya, Lamborghini berencana meluncurkan model listrik murni bernama Lamborghini Lanzador sebelum akhir dekade ini. Namun jadwal tersebut kemudian ditunda dan kini diperkirakan baru akan terealisasi paling cepat pada 2030. Winkelmann bahkan menyebut tingkat penerimaan kendaraan listrik di kalangan pelanggan Lamborghini saat ini masih "mendekati nol". Karena itu, pabrikan asal Sant'Agata Bolognese tersebut memilih untuk tetap mengandalkan model hybrid dalam beberapa tahun ke depan. Lamborghini resmi merilis mobil baru Lamborghini Revuelto. Keputusan tersebut berbeda dengan Ferrari yang lebih agresif dalam menjalankan strategi elektrifikasinya. Debut Luce memang menjadi salah satu peluncuran paling disorot di industri otomotif tahun ini, meski respons pasar disebut beragam. Hybrid Lamborghini menilai teknologi hybrid masih menjadi solusi yang lebih sesuai dengan karakter produknya. Selain tetap menawarkan performa tinggi, teknologi ini juga memungkinkan merek tersebut mempertahankan sensasi mesin pembakaran internal yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi konsumennya. Strategi menunda mobil listrik murni juga didukung oleh kondisi bisnis Lamborghini yang masih sangat kuat. Lamborghini resmi merilis mobil baru Lamborghini Revuelto. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sebesar 3,2 miliar euro atau sekitar Rp 60 triliun. Meski laba operasional turun dari 835 juta euro menjadi 768 juta euro, Lamborghini tetap membukukan margin operasional sebesar 24 persen. Saat ini, regulasi Uni Eropa memang mengarah pada pelarangan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal baru mulai 2035. Namun, sejumlah pengecualian, termasuk penggunaan e-fuel dan aturan bagi produsen dengan volume produksi terbatas, masih terus dibahas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang