PT JIO Distribusi Indonesia selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia resmi menghadirkan BAIC T1 sebagai crossover listrik yang tidak hanya mengedepankan performa, tetapi juga kualitas kabin yang diklaim lebih ramah lingkungan. Model yang mengusung basis teknologi dari sub-brand premium BAIC Group, Arcfox, ini dirancang dengan penggunaan material interior yang diklaim mampu mengurangi emisi zat kimia berbahaya di dalam kabin. Hal ini dinilai relevan untuk negara beriklim tropis seperti Indonesia. Mobil yang terparkir di bawah terik matahari umumnya mengeluarkan bau khas material baru akibat pelepasan senyawa volatil atau Volatile Organic Compounds (VOC), seperti formaldehida dan benzena. Dalam paparan jangka panjang, senyawa tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan. Material Bersertifikat Pada bagian interior, BAIC T1 menggunakan pelapis berbahan kain beludru Microcloud yang telah mengantongi sertifikasi REACH dari Uni Eropa dan OEKO-TEX. Kedua sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa material telah memenuhi standar keamanan terkait kandungan zat berbahaya serta aman bersentuhan langsung dengan kulit. Sementara untuk sektor Noise, Vibration, and Harshness (NVH), BAIC mengganti material peredam berbasis aspal dan kapas daur ulang yang lazim digunakan pada kendaraan konvensional dengan kombinasi karet butil dan polyester murni. Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia Dhani Yahya menjelaskan, material tersebut dapat mengurangi potensi polusi udara di dalam kabin sekaligus meningkatkan kemampuan meredam suara dari luar. Kursi baris kedua Arcfox T1 Kurangi Penggunaan Perekat Kimia Selain pemilihan material, BAIC juga mengklaim mengurangi penggunaan perekat berbahan kimia dalam proses perakitan interior. Sebagai gantinya, perusahaan menerapkan teknik pengelasan ultrasonik dan sistem pengait mekanis yang diklaim mampu menekan kandungan VOC sehingga kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga. Untuk menguji ketahanannya, sistem interior BAIC T1 disebut telah melalui serangkaian pengujian selama lebih dari 1.000 jam dalam berbagai kondisi ekstrem. BAIC T1 Pengujian mencakup suhu hingga 65 derajat Celsius, tingkat kelembapan mencapai 95 persen, kondisi pembekuan, hingga simulasi tekanan udara rendah di dataran tinggi. "Kami memahami bahwa mobil di Indonesia sering kali menjadi ruang berkumpulnya keluarga dalam durasi yang cukup lama, terutama saat menghadapi kemacetan kota atau liburan bersama anak-anak," kata Dhani dalam keterangannya, Senin (27/7/2026). "Oleh karena itu, melalui BAIC T1, kami tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik yang canggih, tetapi juga sebuah ruang berkendara yang higienis. Ini adalah bukti nyata kepedulian kami terhadap kesehatan dan kenyamanan jangka panjang bagi para pemilik kendaraan BAIC di Indonesia," tambahnya.