Pilihan mobil listrik di Indonesia semakin beragam. Konsumen kini tidak hanya disuguhi model dengan harga di atas Rp 500 juta, tetapi juga kendaraan listrik yang ditawarkan di kisaran Rp 300 jutaan. Dua model yang menarik perhatian di segmen tersebut adalah BAIC T1 dan AION UT. Keduanya sama-sama mengandalkan tenaga listrik murni, tetapi memiliki pendekatan berbeda, baik dari sisi desain, dimensi, fitur, performa, maupun kapasitas baterai. BAIC T1 hadir sebagai crossover listrik, sedangkan AION UT mengusung bentuk hatchback yang lebih dekat dengan karakter mobil perkotaan. Lantas, bagaimana perbandingan keduanya? Eksterior dan dimensi Secara dimensi, BAIC T1 memiliki panjang 4.337 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.573 mm, serta wheelbase 2.750 mm. Mobil ini juga menggunakan pelek 18 inci dengan ban 215/55 R18. BAIC T1 menawarkan jarak tempuh hingga 425 kilometer dalam sekali pengisian daya serta dibekali fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging. Sementara itu, AION UT mempunyai panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.750 mm. Artinya, BAIC T1 lebih panjang 67 mm, sedangkan lebar dan jarak sumbu rodanya sama. Perbedaan tersebut membuat BAIC T1 terlihat lebih berkarakter crossover. Ground clearance yang mencapai 181 mm juga menjadi salah satu keunggulannya untuk menghadapi kondisi jalan perkotaan Indonesia. AION UT tampil lebih rendah dan membulat dengan pendekatan desain hatchback. Model ini mengusung lampu bergaya modern serta desain bodi yang streamline. Interior Masuk ke kabin, BAIC T1 menawarkan konsep interior yang cukup lengkap untuk ukuran mobil listrik di kelas harganya. GAC AION UT di GJAW 2025. Mobil ini dibekali panel instrumen digital 8,8 inci dan layar tengah berukuran 15,6 inci. Sistem hiburan juga mendukung Apple CarPlay dan EasyConnection. Kursi depan sudah menggunakan pengaturan elektrik, sementara kursi pengemudi dan penumpang depan memiliki fitur ventilasi. BAIC T1 juga memiliki fitur yang cukup menarik, seperti panoramic sky curtain berukuran 2,34 meter persegi, jok belakang yang bisa dilipat dengan konfigurasi 4/6, serta kursi depan yang dapat dibuat rata. Sementara AION UT menawarkan pendekatan interior yang lebih minimalis dan futuristis. Kabinnya dirancang untuk menampung lima penumpang, dengan kapasitas bagasi 440 liter yang dapat diperbesar hingga sekitar 1.600 liter ketika kursi belakang dilipat. BAIC T1 Pada bagian dasbor, AION UT mengandalkan layar infotainment 14,6 inci yang menjadi pusat berbagai fungsi kendaraan. Kursi depan juga dapat direbahkan hingga 180 derajat, sehingga memberikan fleksibilitas lebih ketika mobil digunakan untuk beristirahat. Fitur unggulan Dari sisi fitur, BAIC T1 terlihat cukup agresif. Mobil ini sudah dilengkapi kamera 360 derajat, sensor parkir depan dan belakang, serta automatic parking assist. Untuk keselamatan, tersedia sejumlah fitur ADAS seperti adaptive cruise control, integrated cruise control, traffic jam assist, forward collision warning, automatic emergency braking, lane departure warning, hingga pedestrian collision warning. Aion UT BAIC T1 juga memiliki fitur vehicle-to-vehicle (V2V) dan vehicle-to-load (V2L), sehingga baterainya dapat dimanfaatkan untuk memasok daya ke perangkat atau kendaraan lain yang kompatibel.