BAIC Indonesia memasang target ambisius untuk penjualan kendaraan sepanjang 2026. Pabrikan asal China tersebut menargetkan penjualan bisa menembus 1.500 hingga 2.000 unit, atau naik signifikan dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia Dhani Yahya mengatakan, kinerja penjualan hingga Juli 2026 menunjukkan tren positif. Secara wholesales, penjualan BAIC disebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Kami evaluasi masih belum puas begitu, tetapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kami tahun ini sampai dengan Juli ada 80-90 persen menjual lebih baik dibandingkan dengan 2025 untuk wholesales,” ujar Dhani di Bandung (18/8/2026). Booth BAIC yang menampilkan BJ40 Plus di GJAW 2024 BAIC berharap momentum pertumbuhan tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun. Jika target tercapai, penjualan BAIC berpotensi mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian 2025. “Tetapi kita sebenarnya ingin 200 persen sampai akhir tahun nanti dibandingkan saat closing 2025 yang 700 (unit). Paling tidak kami bisa di atas 1.500 sampai 2.000 unit untuk tahun ini,” kata Dhani. Harga BAIC T1 setelah masa promo masih bisa bertahan, asalkan tekanan kurs rupiah mereda. BAIC Belum Pasang Target Khusus untuk T1 Selain mengandalkan lini kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), BAIC mulai memperluas pasar dengan meluncurkan mobil listrik melalui T1. Namun, BAIC Indonesia belum menetapkan target penjualan khusus untuk T1 maupun target pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) nasional. Dhani mengatakan, pihaknya masih mempelajari respons konsumen terhadap T1, terutama karena persaingan di segmen tersebut cukup ketat. Mobil listrik BAIC T1 raih ratusan SPK di GIIAS 2026 “Belum (pasang target T1). Jadi kami lihat bahwa kemarin ternyata, kami menyadari bahwa di kelasnya segmen ini memang cukup tight, konsumen bisa memilih di bawahnya. Jadi mereka melihat bahwa mobil ini ataupun mereka bisa naik ke atas,” ujarnya. BAIC T1 dibanderol dengan harga khusus Rp 373 juta. Harga ini berlaku untuk 1.000 pembeli pertama, sementara harga normalnya mencapai Rp 393 juta. Ilustrasi diler BAIC di Alam Sutra, Tangerang. Perluas Diler dan Layanan Purnajual Untuk mendukung pertumbuhan penjualan, BAIC Indonesia tidak hanya mengandalkan penambahan produk. Perusahaan juga memperkuat jaringan penjualan dan layanan purnajual di berbagai daerah. Saat ini, BAIC telah memiliki 16 cabang yang beroperasi di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah empat diler baru hingga akhir 2026. Perluasan jaringan menjadi bagian penting dari strategi BAIC untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama ketika perusahaan berupaya mengejar target penjualan hingga 2.000 unit tahun ini. Dengan pertumbuhan wholesales yang mencapai 80-90 persen hingga Juli dan penambahan jaringan diler, BAIC berharap performa positif tersebut dapat terus berlanjut hingga akhir 2026.