BAIC T1 resmi meluncur di Indonesia sebagai kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) pertama dari BAIC di Tanah Air. Mobil yang dikembangkan dari sub-brand BAIC Group, Arcfox, ini bermain di segmen hatchback crossover. COO PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan peluncuran BAIC T1 merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat eksistensi di pasar kendaraan energi baru nasional. "Kami tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik baru, tetapi membangun fondasi jangka panjang bagi BAIC Indonesia untuk terus berkembang bersama perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan industri otomotif nasional," katanya di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7/2026). "Kita bawa satu varian. Sebenarnya kita ada di bawah level di bawahnya, tapi saat ini kita masukkan satu varian," lanjut Dhani Spesifikasi Dari sisi desain, BAIC T1 mengusung filosofi Arc-Flow yang menonjolkan tampilan modern dan minimalis. BAIC T1 Bagian depan menggunakan lampu yang saling terhubung dengan logo berukuran kecil di tengah, sementara sektor samping diperkuat pelek alloy 18 inci. Dimensinya memiliki panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.572 mm, serta wheelbase 2.770 mm. BAIC mengklaim ukuran tersebut membuat ruang kabin lebih lega dibandingkan beberapa kompetitor di kelasnya. Masuk ke interior, T1 dibekali panel instrumen digital LCD berukuran 8,8 inci yang dipadukan dengan layar sentuh mengambang (floating) 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan dan sistem hiburan. Mobil ini juga dilengkapi panoramic glass roof seluas 2,34 meter persegi, konektivitas smartphone, pembaruan perangkat lunak melalui over-the-air (OTA), serta sejumlah fitur bantuan berkendara untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan. BAIC T1 BAIC turut menyematkan fitur Extreme Clean Cabin, yakni penggunaan material kabin dengan lapisan anti-noda berbasis nano yang diklaim aman bagi bayi. Baterai Untuk sektor penggerak, BAIC T1 mengandalkan motor listrik bertenaga 70 kW atau setara 94 Tk. Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh produksi CALB. Pabrikan mengklaim, kombinasi tersebut mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 350 km berdasarkan pengujian WLTC. Pengisian daya juga sudah mendukung DC fast charging sehingga waktu pengisian baterai menjadi lebih singkat. BAIC T1 Dhani mengatakan, BAIC T1 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang menginginkan kendaraan listrik dengan kabin lega, teknologi modern, serta biaya operasional yang lebih efisien. "Kami percaya masa depan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh seberapa relevan kendaraan tersebut terhadap kehidupan sehari-hari konsumennya," kata dia. "BAIC T1 hadir untuk menjadikan transisi menuju kendaraan listrik terasa lebih mudah, lebih nyaman, dan memberikan manfaat nyata bagi setiap pemiliknya," lanjutnya.