PT JIO Distribusi Indonesia (BAIC Indonesia) menghormati rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengevaluasi insentif kendaraan listrik yang berpotensi membuat mobil listrik dikenai pajak kembali. Namun, perusahaan berharap kebijakan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap minat masyarakat membeli kendaraan listrik. Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia (BAIC Indonesia), Dhani Yahya, mengatakan penerapan kembali pajak tentu akan memengaruhi harga jual kendaraan listrik, termasuk model yang dipasarkan BAIC. BAIC T1 menawarkan jarak tempuh hingga 425 kilometer dalam sekali pengisian daya serta dibekali fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging. "Ya saya rasa baik dari produsen dan konsumen, dengan katakanlah rencana dari DKI untuk merevisi strukturnya. Jadi yang di Rp 300 juta sampai Rp 400 juta, kalau tidak salah diberikan diskon, tentu akan ada penambahan untuk price yang kami umumkan sekarang ini,” ujar Dhani di Tangerang (29/7/2026). Menurut dia, BAIC akan mengikuti setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Meski begitu, perusahaan berharap insentif yang selama ini mendorong adopsi kendaraan listrik tetap dapat menjaga daya tarik pasar. BAIC T1 Meluncur di GIIAS 2026 Harga Berpotensi Naik Dhani menjelaskan, apabila insentif pajak kendaraan listrik benar-benar dikurangi atau dihentikan, maka harga jual kendaraan listrik di wilayah DKI Jakarta berpotensi mengalami penyesuaian. Meski demikian, BAIC belum menghitung besaran kenaikan harga yang mungkin terjadi karena masih menunggu kepastian mengenai kebijakan tersebut. Perusahaan juga berharap perubahan regulasi nantinya tidak menghambat pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif di Indonesia. “Karena ini kan berdasarkan Jakarta ya, tentu kami menghormati segala keputusan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dan mudah-mudahan ini juga tidak mempengaruhi secara signifikan bagaimana (permintaan) konsumen," kata Dhani. BAIC Bidik Pertumbuhan Penjualan 200 Persen Di sisi lain, BAIC mengaku optimistis terhadap prospek bisnisnya sepanjang 2026. Dhani mengatakan pertumbuhan penjualan perusahaan tahun ini didorong oleh bertambahnya pilihan model yang dipasarkan. "Jadi model baru adalah merupakan pertumbuhan yang cukup besar. Kami tahun lalu hanya ada dua, BJ40 dan X55. Di November (2025) kami baru delivery BJ30, sehingga (tahun ini) kami meningkat ke 91 persen,” ucap Dhani. “Dengan ada tambahan lagi T1, kami berharap target kami mudah-mudahan Insya Allah bisa mencapai target 200 persen pertumbuhan dibandingkan dengan tahun 2023,” ujarnya. BAIC BJ30 Hybrid di GJAW 2025 BAIC kini menambah lini produknya dengan kehadiran T1, mobil listrik murni pertama yang dipasarkan perusahaan di Indonesia. Perusahaan berharap perluasan jajaran produk, mampu menjaga momentum pertumbuhan penjualan meski terdapat potensi perubahan kebijakan terkait insentif pajak kendaraan listrik. "Kami penginnya di atas 2.000 unit. Walaupun kami [target] di 200 persen, jadi kurang lebih di 1.500 sampai 2.000 unit," kata Dhani.