PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) sebagai agen tunggal pemegang merek BAIC di dalam negeri belum memastikan kapan akan menghadirkan model pikap bermesin diesel ke pasar Indonesia. Meski produknya sudah tersedia dalam konfigurasi setir kanan, perusahaan memilih menunggu perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan. Chief Operating Officer PT JDI Dhani Yahya mengatakan, BAIC sebenarnya telah menyiapkan model double cabin bermesin diesel berstandar emisi Euro 4. Namun, peluncurannya belum jadi prioritas, termasuk pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mendatang. Ilustrasi mobil diesel mengisi Biosolar di SPBU Pertamina "Dieselnya sudah ready, right-hand drive. Cuma kami melihat mungkin tidak di momen GIIAS 2026 ini kami lakukan," kata Dhani di Tangerang, Kamis (9/7/2026). Tunggu Momentum Menurut Dhani, salah satu pertimbangan BAIC adalah ukuran pasar pikap kabin ganda di Indonesia yang relatif kecil. Ia mengatakan, penjualan segmen tersebut hanya berkisar 800 unit per tahun, sehingga volumenya belum sebesar kendaraan niaga lainnya. size double cabin itu market-nya tidak terlalu besar. Setahun mungkin sekitar 800 unit saja, tidak puluhan ribu seperti kendaraan komersial," ujarnya. Selain itu, BAIC juga masih mencermati kondisi pasar sebelum menentukan jenis mesin yang akan dibawa ke Indonesia. Menurut Dhani, perusahaan memiliki dua pilihan untuk model double cabin tersebut, yakni mesin diesel dan bensin. "Kami punya dua pilihan, diesel atau bensin. Jadi kami tunggu dulu, wait and see, sampai diputuskan apakah kami akan memasukkan diesel atau bensin untuk segmen double cabin ini," kata Dhani. Ratusan ribu unit mobil diesel Volkswagen dan Audi diparkir di ruang penyimpanan di dekat Victorville, California, Amerika Serikat, Rabu (28/3/2018). Harga Solar Jadi Pertimbangan Dhani mengatakan, mesin diesel masih memiliki keunggulan dari sisi torsi sehingga lebih cocok digunakan untuk kendaraan yang membawa beban berat maupun melintasi berbagai kondisi jalan. Namun, tingginya harga bahan bakar diesel saat ini membuat daya tariknya tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu. Per 9 Juli 2026, harga Dexlite di SPBU Pertamina dipatok Rp 19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp 21.150 per liter. "Diesel tentu punya keunggulan karena torsinya besar. Tetapi sekarang harga diesel juga melonjak cukup tinggi sehingga menjadi disadvantage yang cukup besar," ujar Dhani. Karena itu, BAIC belum memutuskan apakah model double cabin yang akan dipasarkan di Indonesia nantinya menggunakan mesin diesel atau bensin. "Kami tunggu dulu momennya, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia," kata Dhani.