PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) masih mengkaji dampak penerapan biodiesel B50 terhadap kendaraan bermesin diesel. Hal ini seiring rencana perusahaan menghadirkan model double cabin bermesin diesel ke pasar Indonesia. Chief Operating Officer PT JDI Dhani Yahya menyampaikan bahwa secara prinsip BAIC menyambut positif peluncuran mandatori B50. Namun, perusahaan tetap akan mencermati dampaknya terhadap teknologi mesin diesel modern. "B50 tentu saya rasa pemerintah sudah memperhitungkannya. Tentu ada pro dan kontra mengenai B50," kata Dhani di Tangerang, Kamis (9/7/2026). Menurut dia, salah satu hal yang masih menjadi perhatian adalah kompatibilitas biodiesel B50 dengan mesin diesel berteknologi injeksi bertekanan tinggi (high pressure injection), khususnya yang telah memenuhi standar emisi Euro 4 dan Euro 5. "Kita lihat nanti bagaimana untuk teknologi high pressure. Apakah di Euro 4 atau Euro 5 bisa," ujarnya. Tunggu Hasil Implementasi Dhani mengatakan, hingga saat ini masih terdapat beragam pandangan mengenai penggunaan B50 pada mesin diesel modern. Sebagian menilai bahan bakar tersebut aman digunakan, sementara sebagian lainnya masih melihat adanya potensi risiko terhadap komponen mesin. "Beberapa bilang ada risikonya, ada juga yang bilang tidak masalah," kata Dhani. Meski demikian, ia optimistis pemerintah telah melakukan berbagai pengujian sebelum menerapkan mandatori B50 secara nasional. Menurut Dhani, selama implementasinya tidak berdampak negatif terhadap keandalan mesin dalam jangka panjang, kebijakan tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kalau memang menguntungkan masyarakat dengan harga yang lebih murah dan tidak merusak mesin dalam jangka panjang, saya rasa itu positif," ujarnya. Ia juga meyakini pemerintah tidak akan menerapkan kebijakan yang berpotensi merusak komponen vital kendaraan, seperti sistem injeksi. "Pasti pemerintah akan mengeluarkan produk yang sudah diperhitungkan, bukan yang akhirnya merusak injector. Karena injector itu mahal," kata Dhani. Ilustrasi B50. BAIC Masih Pertimbangkan Pikap Diesel Sebelumnya, BAIC menyatakan tengah mempertimbangkan menghadirkan model double cabin bermesin diesel ke Indonesia. Meski unit dengan konfigurasi setir kanan sudah tersedia, perusahaan masih menerapkan strategi wait and see sebelum memutuskan peluncurannya. Selain mempertimbangkan ukuran pasar, BAIC juga mencermati perkembangan biaya operasional kendaraan diesel serta kebijakan pemerintah terkait bahan bakar. Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis. Kebijakan tersebut mewajibkan penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).