Kehadiran BAIC T1 menjadi babak baru bagi PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) selaku agen tunggal pemegang merek BAIC di Tanah Air. Model listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) tersebut menandai upaya BAIC perluas citra mereknya. Selama ini, pabrikan asal China itu lebih dikenal lewat jajaran SUV dan kendaraan off-road, seperti BJ40 Plus dan BJ30 Hybrid. Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia Dhani Yahya mengatakan, citra SUV dan off-road memang tidak lepas dari sejarah BAIC yang sejak awal. "Awalnya BAIC dikenal sebagai merek yang identik dengan off-roader, SUV, atau kendaraan 4x4 untuk overlanding maupun aktivitas petualangan," kata Dhani di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (9/7/2026). Portofolio Lebih Luas Meski demikian, Dhani menegaskan BAIC Group memiliki lini bisnis yang jauh lebih luas dibandingkan persepsi masyarakat selama ini. Selain mengembangkan SUV, BAIC juga memiliki sub-brand kendaraan listrik Arcfox dan Stelato. Perusahaan bahkan menjalin kemitraan strategis dengan Mercedes-Benz melalui kepemilikan saham silang. Menurut Dhani, keberagaman portofolio tersebut menjadi dasar BAIC menghadirkan kendaraan di berbagai segmen, termasuk mobil listrik, tanpa menghilangkan identitasnya sebagai produsen SUV. "Ke depan kami akan membagi segmennya. Mana yang untuk kendaraan listrik, mana yang memang fokus di SUV dan 4x4," ujarnya. BAIC BJ30 Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencuri perhatian di gelaran IIMS 2026. Mobil Listrik Andalan Baru Dhani memastikan kehadiran BAIC T1 bukan berarti perusahaan meninggalkan lini SUV yang selama ini menjadi andalannya. Menurut dia, model-model baru seperti BJ30 dan BJ50 tetap akan mempertahankan karakter khas BAIC dengan sistem penggerak all-wheel drive (AWD). "BJ30 nanti tetap mengusung AWD. Kemudian BJ50 yang 7-seater juga akan hadir dengan AWD," kata Dhani. Di sisi lain, BAIC memproyeksikan kendaraan listrik akan menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan penjualan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. "Mobil listrik ke depan saya rasa volumenya akan semakin besar. Market share mobil listrik dalam bauran penjualan kami juga akan menjadi tulang punggung," ujarnya. Setelah BAIC T1, perusahaan berencana menambah lini kendaraan listrik melalui model T5 di segmen SUV menengah, disusul MPV premium.