BAIC memastikan akan memperluas lini produknya di Indonesia dengan menghadirkan sebuah MPV premium pada tahun depan. Model ini akan bermain di segmen full-size luxury van dengan panjang bodi sekitar 5,3 meter dan berpotensi menawarkan pilihan teknologi elektrifikasi yang tengah berkembang, mulai dari kendaraan listrik murni (EV) hingga Range Extended Electric Vehicle (REEV). Chief Operating Officer PT JDI, Dhani Yahya, mengatakan pihaknya masih mempelajari teknologi yang paling sesuai untuk pasar Indonesia. "Jadi (tahun 2027), full-size van 5,3 kurang lebih meter. Ini akan masuk di full-size luxury van. Jadi, ada dua pilihan," kata Dhani di Tangerang (29/7/2026). BAIC X55 II. REEV Jadi Opsi REEV merupakan teknologi yang berbeda dari hybrid konvensional. Pada sistem ini, motor listrik tetap menjadi penggerak utama kendaraan. Sementara mesin bensin berkapasitas kecil hanya bertugas sebagai generator untuk mengisi daya baterai ketika kapasitasnya mulai berkurang. Karena mesin tidak terhubung langsung ke roda, karakter berkendara tetap menyerupai mobil listrik murni. BAIC Wendao V9 Namun, kehadiran generator tersebut membuat daya jelajah kendaraan menjadi lebih panjang dibanding EV biasa, sekaligus mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya. “Nanti kita lihat apakah kita bawa plug-in hybrid mengikuti tren atau memang di Electric Vehicle (EV) atau REEV (Range Extended Electric Vehicle),” ucap Dhani. BAIC Wendao V9 Berpotensi Ramaikan Persaingan MPV Listrik Rencana BAIC masuk ke segmen MPV listrik hadir di tengah pasar yang mulai berkembang. Saat ini, konsumen Indonesia sudah memiliki sejumlah pilihan MPV bertenaga listrik. Seperti Aletra L8 EV, BYD M6, Maxus Mifa 7, Wuling Darion EV, hingga model premium seperti Denza D9 dan Kia EV9. Kehadiran BAIC diperkirakan akan membuat persaingan di segmen ini semakin ketat, terutama bila perusahaan menghadirkan varian REEV yang menawarkan efisiensi tinggi sekaligus jarak tempuh lebih panjang. BAIC T1 Meluncur di GIIAS 2026 Sinyal tersebut sejalan dengan langkah Beijing Automotive Group (BAIC) yang sebelumnya memperkenalkan MPV premium Wendao V9 melalui sub-merek Arcfox di ajang Beijing Auto Show 2026. Di pasar China, Wendao V9 dipasarkan dengan harga mulai 219.900 yuan atau sekitar Rp 557 juta hingga 286.900 yuan atau sekitar Rp 727 juta. Meski BAIC belum memastikan model yang akan dibawa ke Indonesia, spesifikasi yang diungkap Dhani mengarah pada kendaraan di kelas yang sama, sehingga berpotensi menjadi penantang baru bagi Toyota Alphard, Denza D9, maupun MPV listrik premium lainnya.