BAIC Indonesia membidik Jawa Barat sebagai salah satu pasar penting di luar Jabodetabek. Wilayah ini diproyeksikan mampu menyumbang sekitar 10–12 persen terhadap penjualan BAIC secara nasional. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan BAIC memperkuat jaringan di Jawa Barat dengan membuka diler baru di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 625, Kota Bandung, Selasa (8/9/2026). Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan, Bandung merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Indonesia dan berada di posisi ketiga atau keempat secara nasional. “Bandung kalau secara pasar memang ada di nomor tiga atau empat secara nasional. Kalau melihat penyebarannya di Jawa Barat, segmennya juga masih cukup besar,” ujar Dhani. Saat ini, Jabodetabek masih menjadi pasar utama BAIC, khususnya untuk kendaraan di segmen premium. Kontribusi wilayah tersebut diperkirakan mencapai 40–50 persen dari total penjualan nasional. Di luar Jabodetabek, potensi pasar BAIC tersebar di sejumlah wilayah seperti Medan dan Sumatera Utara, Surabaya, Semarang, serta Jawa Barat. Khusus Jawa Barat, BAIC memperkirakan kontribusinya dapat mencapai 10–12 persen terhadap penjualan nasional, dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sebagai pasar utama. Test drive BAIC T1 di rute Tangerang-Bandung Incar Segmen Mobil Rp 400 Juta-Rp 500 Juta Menurut Dhani, salah satu potensi terbesar Bandung berada pada segmen kendaraan dengan rentang harga Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Rentang tersebut menjadi salah satu pasar yang dibidik BAIC melalui jajaran SUV yang ditawarkan di Indonesia. “Untuk segmen di rentang Rp 400 juta sampai Rp 500 juta, di Kota Bandung saya rasa pasarnya cukup besar. Persentasenya mungkin sekitar 5 sampai 10 persen dari segmen nasional,” katanya. Dhani mengatakan, potensi tersebut ditopang jumlah penduduk yang besar, aktivitas ekonomi yang beragam, serta daya beli masyarakat. Keberadaan kawasan industri di Bandung dan sejumlah wilayah penyangga juga dinilai membuka peluang untuk menjaring konsumen baru, terutama dari kalangan pengusaha. “Kita melihat banyak pengusaha yang merupakan target segmen kami,” ujar Dhani. Selain untuk mobilitas harian, BAIC melihat karakter konsumen Jawa Barat cukup sesuai dengan produk SUV yang ditawarkan. Kondisi geografis yang beragam serta banyaknya destinasi wisata dan kegiatan luar ruang dinilai dapat menjadi pasar tersendiri. Beberapa model BAIC memiliki karakter SUV dengan ground clearance sekitar 181 milimeter, sehingga dapat digunakan untuk mobilitas perkotaan maupun perjalanan menuju daerah dengan kondisi jalan yang lebih beragam. Pasar Daerah Masih Terbuka Meski penjualan BAIC di Jawa Barat masih terkonsentrasi di Bandung Raya, perusahaan melihat peluang pengembangan pasar ke sejumlah daerah lain, seperti Garut, Ciamis, dan Sukabumi. Kontribusi daerah tersebut saat ini masih relatif kecil. Namun, lokasinya yang masih dapat dijangkau dari Bandung membuat diler baru BAIC di Jalan Soekarno-Hatta diharapkan mampu melayani konsumen dari luar Bandung Raya. “Untuk daerah di sekitarnya seperti Ciamis, Garut, dan lainnya memang dalam satu tahun masih relatif kecil. Jadi, kami akan melakukan pengembangan juga ke arah sana,” kata Dhani. Konsumen dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk sementara dapat memanfaatkan fasilitas penjualan dan purnajual di Bandung sembari menunggu ekspansi jaringan berikutnya. Diler BAIC Soekarno Hatta mengusung konsep 3S, yakni sales, service, dan spare parts. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi. Ruang pamer mampu menampung empat kendaraan, sementara area bengkel memiliki kapasitas enam kendaraan dan dilengkapi dua unit lift. Diler Pertama JHL Auto di Luar Jabodetabek BAIC Soekarno Hatta merupakan diler kelima yang dikelola JHL Auto sekaligus menjadi gerai pertama perusahaan tersebut di luar Jabodetabek. Sebelumnya, JHL Auto telah mengoperasikan diler BAIC di Alam Sutera, Gading Serpong, Puri Indah, dan Kuningan City. President Director JHL Auto Johnnathan Salim mengatakan, pembukaan diler Bandung menjadi langkah awal ekspansi perusahaan ke pasar otomotif potensial di luar Jabodetabek. “Bagi kami, ini bukan hanya tentang membuka dealer baru, tetapi merupakan awal perjalanan untuk memperluas kehadiran JHL Auto ke pasar-pasar potensial di luar Jabodetabek,” kata Johnnathan. Bandung dipilih karena memiliki populasi besar, aktivitas ekonomi yang dinamis, serta posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan Jawa Barat. Selain itu, Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu koridor utama Kota Bandung yang dikelilingi berbagai kegiatan bisnis, perdagangan, dan industri otomotif. BAIC Siapkan Ekspansi Jaringan BAIC juga masih melanjutkan ekspansi jaringan penjualan dan purnajual di Indonesia. Sejumlah diler baru tengah dipersiapkan, antara lain di Slipi, Radio Dalam, dan Bogor. Perusahaan juga membuka peluang memperluas jaringan ke luar Pulau Jawa. Surabaya menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan untuk ekspansi berikutnya pada 2027. “Kami sudah berkeliling melihat pasar Surabaya karena potensinya juga cukup besar. Saat ini kami ingin fokus di Jakarta, tetapi setelah terjangkau seluruhnya, tidak menutup kemungkinan kami berekspansi lagi ke luar Jabodetabek,” ujar Dhani. Menurut Dhani, penambahan jaringan tidak hanya diperlukan untuk memperluas pasar, tetapi juga memberikan kepastian layanan purnajual kepada konsumen. Hal tersebut dinilai penting bagi merek yang relatif baru di Indonesia. Sebab, keputusan konsumen membeli kendaraan tidak hanya dipengaruhi harga dan fitur, tetapi juga ketersediaan bengkel, suku cadang, serta kualitas layanan purnajual. BAIC pun ingin memastikan ekspansi jaringan penjualan berjalan beriringan dengan peningkatan mutu layanan dan pengalaman konsumen.