BAIC Indonesia memberikan sinyal akan memperluas pilihan teknologi kendaraan elektrifikasinya di Indonesia. Setelah mulai masuk ke segmen mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), BAIC berencana menghadirkan kendaraan dengan teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dalam waktu dekat. Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya mengatakan, teknologi REEV menjadi salah satu teknologi yang tengah dipertimbangkan untuk pasar Indonesia. BAIC BJ40 Pro REEV "REEV kita lihat tahun depan (tahun 2027)," ujar Dhani di Bandung, Selasa (18/8/2026). Menurut Dhani, BAIC memiliki sejumlah model yang telah meluncur di pasar China, dan berpotensi dibawa masuk ke Indonesia. "Jadi kami punya model yang rencana REEV itu di BJ41 atau BJ40 Pro. Dan juga ada di T5, dan ada di V9 untuk REEV dan BEV," kata Dhani. Kehadiran teknologi REEV akan melengkapi pilihan kendaraan elektrifikasi BAIC di Indonesia, dan dapat menjadi alternatif bagi konsumen. BAIC BJ40 Pro REEV Motor Listrik Jadi Penggerak Utama Untuk diketahui, REEV merupakan singkatan dari Range-Extended Electric Vehicle. Berbeda dengan teknologi hybrid konvensional, roda kendaraan REEV sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin yang tersedia di kendaraan tidak terhubung langsung dengan roda. Mesin tersebut berfungsi sebagai generator yang menghasilkan listrik untuk mengisi baterai ketika kapasitas baterai mulai menipis. Dengan konfigurasi tersebut, karakter berkendara REEV tetap menyerupai mobil listrik murni. Motor listrik menghasilkan respons akselerasi yang cepat, sekaligus menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan halus. Dalam kondisi tertentu, mesin bensin akan bekerja secara otomatis untuk menghasilkan energi listrik tambahan. Konsumen juga tetap dapat mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal, layaknya mobil listrik berbasis baterai. Ilustrasi BAIC T1 Berbeda dari BEV dan PHEV Teknologi REEV memiliki perbedaan mendasar dengan mobil listrik murni maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pada mobil listrik murni atau BEV, seluruh tenaga berasal dari baterai yang menggerakkan motor listrik. Karena tidak memiliki mesin bensin sebagai sumber energi tambahan, baterai harus diisi melalui fasilitas pengisian daya. Sementara pada PHEV, mesin bensin dan motor listrik dapat sama-sama menggerakkan roda kendaraan. Sistem penggeraknya dapat berpindah atau bekerja secara bersamaan sesuai kondisi berkendara. Baic BJ30 HEV GIIAS 2026 Rencana BAIC menghadirkan teknologi REEV pada 2027 menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan satu teknologi elektrifikasi. Selain BEV, BAIC mulai melihat peluang REEV sebagai pilihan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang masih mempertimbangkan faktor jarak tempuh dan kemudahan pengisian daya.