PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengungkapkan sejumlah peningkatan pada Mazda CX-30 yang kini sudah dirakit secara lokal di Indonesia. Pembaruannya memang tidak terlihat secara kasat mata, tetapi diklaim mampu meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama dari sisi peredaman suara kabin. Perubahan tersebut menjadi salah satu penyempurnaan yang disematkan pada CX-30 rakitan lokal. Mazda menyebut fokus pengembangannya tidak hanya pada efisiensi produksi, tetapi juga tetap mempertahankan karakter premium yang selama ini menjadi ciri khas model tersebut. Fokus pada Kesenyapan Kabin Mazda CX-30 rakitan lokal Product Marketing & Promotion Strategy Manager PT EMI Glen Reinner mengatakan, terdapat sejumlah peningkatan pada struktur kendaraan yang sengaja dilakukan untuk meningkatkan kualitas kabin. Glen Reinner, Product Marketing & Promotion Strategy Manager PT EMI, mengatakan, ada peningkatan yang mungkin tidak kelihatan, tidak kasat mata, tapi ada di situ. "Jadi mobil, tentunya kita ingin mobil yang kedap. Tentunya, kita tidak mau banyak suara dari luar, motor di kiri dan kanan masuk ke dalam kabin," ujar Glen, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, Senin (3/8/2026). Lubang pada Rangka Dikurangi Mazda CX-30 rakitan lokal Menurut Glen, salah satu penyempurnaan dilakukan pada struktur bodi kendaraan. Langkah ini bertujuan mengurangi suara dari luar agar tidak mudah masuk ke dalam kabin. "Apa yang bisa kita lakukan? Yang Mazda lakukan adalah, secara struktur bodi mobilnya, dibuat double, sehingga suara yang masuk bisa lebih minim," kata Glen. Peredaman Ikut Ditingkatkan Mazda CX-30 rakitan lokal Selain struktur bodi, Mazda juga melakukan penyempurnaan pada beberapa bagian rangka kendaraan yang berpotensi menjadi jalur masuknya suara dari luar. "Kemudian kita tahu bahwa di balik pintu, di kolong mobil, itu pasti ada lubang, untuk jalur-jalur kabel atau udara. Itu diminimalisir sedemikian rupa, sehingga tidak banyak lubang, di dalam rangka mobil Mazda CX-30," ujarnya. Mazda turut meningkatkan material peredam pada sejumlah area kendaraan. Dengan begitu, tingkat kebisingan di dalam kabin dapat ditekan sehingga memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. "Kemudian beberapa peningkatan lain juga dilakukan, termasuk peredaman juga, untuk meminimalisasi suara yang masuk. Berarti apa? Benefit buat kita adalah, di dalam kita jadi kedap, kita ngobrol dengan penumpang kiri kanan dengan semuanya gampang, tidak perlu teriak-teriakan," katanya. Penyempurnaan tersebut menjadi bukti bahwa proses perakitan lokal tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas produk. Mazda berharap peningkatan yang dilakukan pada CX-30 dapat mempertahankan standar kenyamanan dan kesenyapan kabin yang selama ini menjadi salah satu daya tarik merek asal Jepang tersebut.