PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) memanfaatkan botol bekas Mazda Genuine Oil menjadi produk baru yang memiliki nilai guna. Hasil daur ulang tersebut diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui kolaborasi dengan Kompas Lestari dan 4GoodThings. Lewat kolaborasi ini, Mazda menunjukkan bahwa limbah dari aktivitas operasional bengkel masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki fungsi baru. Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio mengatakan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari filosofi craftsmanship yang selama ini menjadi identitas Mazda. Tindakan Nyata "Di Mazda, kami percaya bahwa craftsmanship bukan hanya diukur dari apa yang kami ciptakan, tetapi juga dari bagaimana kami menghargai setiap proses di baliknya," ujar Ricky, Jumat (7/8/2026). kolaborasi Mazda Indonesia dengan 4GoodThings "Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika sebuah material dipandang dengan kreativitas dan kepedulian, ia masih dapat terus memberikan manfaat. Inilah cara kami menerjemahkan semangat Joy of Driving menjadi Joy of Living melalui tindakan yang nyata," lanjutnya. Dalam kolaborasi tersebut, botol bekas Mazda Genuine Oil diolah kembali menjadi Roadster Key Chain, gantungan kunci yang terinspirasi dari siluet Mazda MX-5. Aksesori tersebut dibuat melalui proses daur ulang dan upcycling, sehingga material yang sebelumnya menjadi limbah dapat kembali dimanfaatkan menjadi produk baru. Selain gantungan kunci, Mazda juga menghadirkan Circle of Joy Trophy yang dibuat sebagai penanda peresmian Mazda Club Indonesia (MCI) di GIIAS 2026. Trofi tersebut mengusung desain berbentuk lingkaran yang mengelilingi logo Mazda sebagai simbol hubungan antara pabrikan dengan komunitas penggunanya. Kolaborasi Pengelolaan Limbah Dalam proyek ini, Mazda Indonesia berperan menyediakan material sekaligus mendorong pengelolaan limbah operasional secara bertanggung jawab. kolaborasi Mazda Indonesia dengan 4GoodThings Sementara Kompas Lestari menjadi mitra dalam edukasi keberlanjutan dan 4GoodThings bertanggung jawab mengolah material bekas menjadi produk baru. Co-Founder 4GoodThings Maulina Gheananta mengatakan, setiap material pada dasarnya masih memiliki nilai jika diolah dengan pendekatan yang tepat. "Kami percaya bahwa setiap material selalu memiliki potensi untuk terus memberikan manfaat. Melalui proses recycling dan upcycling, kami tidak hanya mengubah material menjadi produk baru, tetapi juga menghadirkan cerita baru di baliknya," kata Maulina. "Kolaborasi bersama Mazda Indonesia dan Kompas Lestari menunjukkan bagaimana semangat Crafted4Purpose dapat diwujudkan melalui karya yang fungsional, bermakna, dan mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk melihat nilai dari apa yang sebelumnya dianggap telah selesai digunakan," lanjutnya. Mazda menyebut kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai lebih, bukan hanya melalui kendaraan, tetapi juga lewat pengelolaan material operasional yang lebih bertanggung jawab.