Biaya balik nama kendaraan bekas telah resmi digratiskan oleh pemerintah mulai 5 Januari 2025. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nadi Santoso, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. "Sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2022, Bea Balik Nama Kendaraan II atau bekas sudah tidak dipungut mulai 5 Januari 2025," kepada Kompas.com belum lama ini. Sementara, pada Pasal 12 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 disebutkan bahwa Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) hanya berlaku untuk kendaraan baru yang dibeli dari diler. Dengan kata lain, kendaraan baru tetap dipungut biaya BBNKB sesuai tarif. Meski BBNKB II gratis, Nadi memastikan, masih ada beberapa biaya yang harus dibayar saat melakukan proses balik nama kendaraan. "BBKB II yang bebas sudah tidak dipungut biaya. Biaya lain, seperti PKB, Jasa Raharja, PNBP tetap ada," kata dia. Nadi menjelaskani, biaya keseluruhan balik nama berbeda dengan BBNKB II, di mana meliputi beberapa komponen, yakni BBNKB, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), SWDKLLJ, Biaya penerbitan STNK, Biaya penerbitan Tanda Nomor Kendaraan (TNKB), dan Biaya penerbitan BPKB. 1. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Besarnya tergantung jenis dan merek kendaraan. Khusus wilayah Yogyakarta, besaran PKB bisa dicek melalui laman: https://samsatsleman.jogjaprov.go.id/cek/njkb 2. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) Diatur dalam PMK No. 16/PMK.010/2017, besarannya berbeda tergantung jenis kendaraan. Roda 2 dan 3: Rp 100.000 Roda 4 atau lebih: Rp 200.000 4. Biaya Penerbitan TNKB (Pelat Nomor) Roda 2 dan 3: Rp 60.000 Roda 4 atau lebih: Rp 100.000 5. Biaya Penerbitan BPKB Roda 2 dan 3: Rp 225.000 Roda 4 atau lebih: Rp 375.000 Meskipun bebas BBNKB 2, pemilik kendaraan tetap perlu menyiapkan anggaran untuk komponen biaya di atas saat melakukan balik nama.