Honda Civic selalu jadi tolok ukur sedan sporty di segmennya. Dari era mesin “clean engine” 1970-an, hingga kini bertransformasi jadi sedan elektrifikasi lewat teknologi Honda e:HEV yang menunjukkan evolusinya. Secara tampilan, Civic RS e:HEV tampil tegas dan modern berkat ampu auto LED dengan daytime running light (DRL) bergaya tajam, yang membuat visual depannya futuristik. Bagian gril bermotif honeycomb dengan warna gelap dan rear LED combi light pada buritan menegaskan karakter sporty. Aksen seperti trunk spoiler, pelek 17 inci, dan knalpot krom juga memberi sentuhan elegan khas RS. Test drive Honda Civic RS e:HEV Masuk ke kabin, nuansa gelap langsung terasa. Panel dasbor yang rapi dan posisi duduk rendah, membuat nuansa sporty makin kental meski ruang kabin sedikit sempit. Mungkin tambahan sunroof bisa membuat kabin terasa lebih lega. Soal fitur, Honda tidak pelit. Civic RS e:HEV dibekali AC dual zone, dua dermaga USB Type-C, wireless charger, hingga smart key card, kartu pintar seukuran ATM untuk akses mobil tanpa kunci. Sistem audio BOSE 12 speaker juga siap memanjakan telinga, lengkap dengan Active Noise Cancellation (ANC) dan Active Sound Control (ASC) yang bisa menyesuaikan karakter suara mesin sesuai mode berkendara. Test drive Honda Civic RS e:HEV Fitur Honda CONNECT menjadi nilai tambah besar. Lewat aplikasi di smartphone, pengguna bisa mengontrol mobil dari jarak jauh. Seperti menyalakan mesin, mengatur AC, membuka atau mengunci pintu, hingga mengecek kondisi kendaraan secara real time. Termasuk fitur keselamatan digital seperti Automatic Collision Detection, Geo-fencing Alert, Find My Car, dan Emergency Call. Test drive Honda Civic RS e:HEV Paling kekinian, Civic RS e:HEV kini sudah dibekali Google built-in. Artinya, pengguna bisa langsung mengakses Google Maps, Assistant, dan Play Store langsung dari head unit tanpa harus menghubungkan ponsel. Fitur keselamatan aktif pun lengkap berkat paket Honda Sensing, seperti Collision Mitigation Braking System (CMBS), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKAS), hingga Lead Car Departure Notification (LCDN). Ditambah fitur pasif seperti Vehicle Stability Assist (VSA), Hill Start Assist (HSA), dan Walk Away Auto Lock, di mana pintu terkunci otomatis saat pengemudi menjauh, yang praktis buat harian. Asyiknya, semua fitur tersebut tidak seluruhnya dioperasikan melalui layar sentuh saja, tapi juga melalui tombol fisik di head unit dan setir yang makin memudahkan pengemudi. Test drive Honda Civic RS e:HEV Namun, untuk mobil dengan harga Rp 699 juta, beberapa hal terasa kurang “wah”. Suara klakson misalnya, terdengar mirip dengan Mobilio atau BR-V, bukan sedan premium. Detail kecil yang mestinya bisa lebih eksklusif untuk model se-ikonik Civic. Secara keseluruhan, Civic RS e:HEV memang belum yang paling canggih di rentang harga tersebut. Sebab mobil China bisa saja menawarkan fitur lebih banyak dan modern. Misalnya, di sedan ini belum ada fitur ventilated seat. Kemudian tidak semua fitur dapat diakses tanpa langganan data Honda Connect. Tapi bagi yang mencari keseimbangan antara teknologi, desain, dan rasa berkendara khas Honda, sedan ini tetap punya pesonanya tersendiri. Test drive Honda Civic RS e:HEV Kesimpulan: Plus: Fitur Honda CONNECT memungkinkan kontrol mobil dari jarak jauh, sistem audio BOSE 12 speaker, Google built-in system, fitur Walk Away Auto Lock, Minus: harga terbilang tinggi, ruang kabin terasa kurang lega, belum ada fitur ventilated seat, suara klakson kurang berwibawa Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.