JAKARTA, KOMPAS.com – Program konversi motor bensin ke motor listrik terus didorong sebagai solusi transisi energi di sektor transportasi. Namun, dari sisi biaya, langkah ini dinilai masih belum sepenuhnya terjangkau bagi masyarakat luas, terutama jika dibandingkan dengan harga motor bekas yang masih banyak digunakan. Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst dan Technical Analyst di PT Wahana Makmur Sejati, biaya konversi saat ini masih menjadi salah satu tantangan utama dalam mendorong adopsi yang lebih luas. "Saat ini, biaya konversi berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, tergantung kapasitas baterai dan performa motor. Untuk masyarakat luas, angka ini masih tergolong cukup mahal, bahkan jika dibandingkan dengan harga motor bekas itu sendiri," kata Wahyu kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2026). Lelang BeAT hasil konversi ke listrik, mulai Rp 2 jutaan Ia menjelaskan, besarnya biaya tersebut tidak lepas dari komponen utama yang digunakan, terutama baterai yang menjadi bagian paling mahal dalam sistem kendaraan listrik. Di sisi lain, pemerintah sebenarnya telah memberikan subsidi untuk mendorong program konversi ini. Saat ini, bantuan yang diberikan mencapai Rp 10 juta per unit, sehingga secara teori bisa memangkas beban biaya yang harus ditanggung konsumen. Meski begitu, Wahyu menilai masih ada gap antara biaya yang harus dikeluarkan dengan daya beli masyarakat. Hal ini membuat sebagian orang lebih memilih mempertahankan motor lama atau membeli motor bekas dibanding melakukan konversi. Wacana ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah yang menekankan pentingnya percepatan adopsi kendaraan listrik, termasuk melalui program konversi motor berbasis mesin bakar. Ke depan, keberhasilan program ini dinilai sangat bergantung pada konsistensi insentif, efisiensi biaya komponen, serta meningkatnya skala produksi. Jika biaya bisa ditekan, bukan tidak mungkin konversi motor listrik menjadi pilihan yang lebih menarik bagi masyarakat luas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang